Presiden Kolombia Tak Gentar Dijatuhi Sanksi AS: Kami Tak Bertekuk Lutut

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 13:26 WIB
loading...
Presiden Kolombia Tak...
AS jatuhkan sanksi kepada Presiden Kolombia Gustavo Petro, keluarganya, dan seorang menteri senior atas tuduhan Petro mendukung kartel narkoba. Foto/Wikipedia
A A A
BOGOTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan sanksi besar-besaran kepada Presiden Kolombia Gustavo Petro, keluarganya, dan seorang menteri senior. Sanksi ini dijatuhkan atas tuduhan Petro membiarkan kartel narkoba berkembang pesat dan menyelundupkan narkotika ke Amerika Utara.

Petro membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa pemerintahannya telah mencapai kemajuan pesat dalam menyita kokain dan membongkar jaringan kriminal.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa sejak Petro menjabat pada tahun 2022, produksi kokain di Kolombia telah melonjak ke tingkat tertinggi dalam beberapa dekade, membanjiri Amerika Serikat dan meracuni warga Amerika.

Baca Juga: AS Kerahkan Kapal Induk Tercanggih, Dikhawatirkan Menginvasi Venezuela

"Presiden Donald Trump mengambil tindakan tegas untuk melindungi negara kami dan menegaskan bahwa kami tidak akan menoleransi perdagangan narkoba ke negara kami," katanya.

Washington mengatakan sanksi tersebut juga menargetkan Ibu Negara Verónica del Socorro Alcocer Garcia, putra Petro; Nicolas, dan Menteri Dalam Negeri Armando Benedetti, yang digambarkan sebagai kaki tangan pemimpin Kolombia tersebut.

Sanksi tersebut membekukan aset apa pun yang mungkin mereka miliki di AS dan melarang entitas Amerika untuk bertransaksi dengannya.

Trump sendiri sebelumnya menyebut Petro sebagai "pemimpin yang buruk" dan "preman", sambil menggambarkan Kolombia sebagai "sarang narkoba".

Dalam unggahan di X, Petro membantah sebutan tersebut, bersikeras bahwa pemerintahannya telah menyita kokain lebih banyak daripada yang pernah ada dalam sejarah dunia.

Dia menyebut tindakan Departemen Keuangan AS sebagai kesewenang-wenangan khas rezim yang menindas. "Kami tidak bertekuk lutut, kami bukan koloni siapa pun," ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (25/10/2025).

Sanksi tersebut muncul ketika AS telah melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga sebagai peyelundup narkoba di Karibia dan Pasifik, menewaskan puluhan orang.

Meskipun Washington menyatakan bahwa kapal-kapal tersebut diduga terkait dengan Venezuela, Kolombia menunjukkan penolakan kerasnya terhadap kampanye militer tersebut, mengutuk serangan, dan mendesak AS untuk menghormati norma-norma yang ditetapkan oleh hukum internasional.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak Tak Ingin Iran Bangkit dari Puing-Puing Kehancuran
Rekomendasi
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Berita Terkini
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved