Pengakuan Wanita Korban Sindikat Penipuan di Kamboja: Disetrum Setiap Hari
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 09:59 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, Ong dipaksa menandatangani dokumen utang sebagai alasan agar dapat ditahan dan disiksa. Dia menambahkan bahwa keluarga korban awalnya berniat membayar uang tebusan sebesar RM120.000 setelah kehilangan harapan akan bantuan dari pihak berwenang Kamboja.
“Kami berhasil menghubungi korban dan membimbingnya tentang cara melarikan diri dari pusat penahanan sindikat. Seorang perwakilan telah dikirim untuk menjemputnya," ujarnya, seperti dikutip dari WorldofBuzz, Sabtu (25/10/2025).
Hishamuddin juga mengatakan bahwa Polisi Diraja Malaysia (PDRM) akan menangani masalah ini dan akan menahan Ong untuk diinterogasi jika diperlukan.
Hingga saat ini, Malaysia telah berhasil menyelamatkan lebih dari 400 warganya dari berbagai operasi perdagangan manusia di Kamboja.
Selama bertahun-tahun, banyak individu dari berbagai negara, termasuk warga negara Malaysia dan Indonesia, telah menjadi korban sindikat penipuan pekerjaan di Kamboja, dengan banyak kasus melibatkan rekomendasi pekerjaan dari teman-teman tepercaya.
“Kami berhasil menghubungi korban dan membimbingnya tentang cara melarikan diri dari pusat penahanan sindikat. Seorang perwakilan telah dikirim untuk menjemputnya," ujarnya, seperti dikutip dari WorldofBuzz, Sabtu (25/10/2025).
Hishamuddin juga mengatakan bahwa Polisi Diraja Malaysia (PDRM) akan menangani masalah ini dan akan menahan Ong untuk diinterogasi jika diperlukan.
Hingga saat ini, Malaysia telah berhasil menyelamatkan lebih dari 400 warganya dari berbagai operasi perdagangan manusia di Kamboja.
Selama bertahun-tahun, banyak individu dari berbagai negara, termasuk warga negara Malaysia dan Indonesia, telah menjadi korban sindikat penipuan pekerjaan di Kamboja, dengan banyak kasus melibatkan rekomendasi pekerjaan dari teman-teman tepercaya.
(mas)
Lihat Juga :