Berseteru dengan Korut Bersenjata Nuklir, Korsel Akan Kerahkan Rudal Monster Hyunmoo-5
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 14:42 WIB
loading...
A
A
A
Seorang pejabat di Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan kepada The Guardian, Jumat (24/10/2025), bahwa detail teknis spesifik dan jadwal pengiriman tidak dapat dikonfirmasi karena alasan keamanan nasional.
Gagasan rudal monster ini pertama kali muncul setelah serangkaian serangan mematikan oleh Korea Utara pada tahun 2010—penenggelaman kapal perang Cheonan dan pengeboman Pulau Yeonpyeong—yang menewaskan 50 warga Korea Selatan.
Korea Selatan bergantung pada "payung nuklir" Amerika Serikat (AS) sehingga tidak memiliki senjata nuklir sendiri.
"Kami tidak memiliki senjata nuklir, jadi satu-satunya pertahanan yang kami miliki adalah mengembangkan senjata konvensional sekuat mungkin," kata Dr Yang Uk, pakar pertahanan di Asan Institute for Policy Studies di Seoul.
Namun, pengembangan Hyunmoo-5 terhambat oleh pembatasan AS terhadap muatan rudal Korea Selatan hingga tahun 2017, ketika Donald Trump mencabut batasan tersebut setelah uji coba bom hidrogen Korea Utara.
Pengerahan Hyunmoo-5 yang dijadwalkan terjadi ketika Korea Utara memamerkan rudal balistik antarbenua Hwasong-20 miliknya sendiri pada parade militer baru-baru ini, yang berpotensi mampu menyerang daratan AS.
Pengerahan rudal monster yang akan datang ini terjadi di tengah ketegangan hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Pyongyang telah mengabaikan Seoul sejak Presiden Lee Jae Myung menjabat pada bulan Juni, meskipun Lee telah mengajukan tawaran perdamaian.
Mengapa Rudal Monster Ini Dikembangkan?
Gagasan rudal monster ini pertama kali muncul setelah serangkaian serangan mematikan oleh Korea Utara pada tahun 2010—penenggelaman kapal perang Cheonan dan pengeboman Pulau Yeonpyeong—yang menewaskan 50 warga Korea Selatan.
Korea Selatan bergantung pada "payung nuklir" Amerika Serikat (AS) sehingga tidak memiliki senjata nuklir sendiri.
"Kami tidak memiliki senjata nuklir, jadi satu-satunya pertahanan yang kami miliki adalah mengembangkan senjata konvensional sekuat mungkin," kata Dr Yang Uk, pakar pertahanan di Asan Institute for Policy Studies di Seoul.
Namun, pengembangan Hyunmoo-5 terhambat oleh pembatasan AS terhadap muatan rudal Korea Selatan hingga tahun 2017, ketika Donald Trump mencabut batasan tersebut setelah uji coba bom hidrogen Korea Utara.
Pengerahan Hyunmoo-5 yang dijadwalkan terjadi ketika Korea Utara memamerkan rudal balistik antarbenua Hwasong-20 miliknya sendiri pada parade militer baru-baru ini, yang berpotensi mampu menyerang daratan AS.
Apa Artinya bagi Hubungan dengan Korut?
Pengerahan rudal monster yang akan datang ini terjadi di tengah ketegangan hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Pyongyang telah mengabaikan Seoul sejak Presiden Lee Jae Myung menjabat pada bulan Juni, meskipun Lee telah mengajukan tawaran perdamaian.
Lihat Juga :