Menteri Zionis Hina Arab Saudi: Teruslah Menunggang Unta di Padang Pasir Jika Tak Mau Normalisasi dengan Israel
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 07:34 WIB
loading...
Menteri Keuangan Zionis Israel Bezalel Smotrich minta maaf dan menyesal setelah menghina Arab Saudi karena menolak normalisasi hubungan dengan Israel tanpa adanya Negara Palestina. Foto/Jerusalem Post/Marc Israel Sellem
A
A
A
TEL AVIV - Menteri Keuangan Zionis Israel Bezalel Smotrich telah menghina Kerajaan Arab Saudi dengan menggambarkan negara Arab itu akan terus ketinggalan zaman jika tidak melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Dia menggambarkan orang-orang kerajaan itu akan terus menunggang unta di padang pasir, sementara ekonomi Zionis berkembang.
Smotrich mengeluarkan komentar hinaan itu pada Kamis pagi, menolak normalisasi hubungan dengan Riyadh dengan imbalan berdirinya Negara Palestina.
"Jika Arab Saudi mengatakan kepada kami 'normalisasi dengan imbalan Negara Palestina', teman-teman—tidak, terima kasih," kata Smotrich dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Zomet Institute dan surat kabar Makor Rishon.
Baca Juga: Trump: Israel Akan Kehilangan Seluruh Dukungan AS Jika Caplok Tepi Barat!
"Teruslah menunggang unta di padang pasir di Arab Saudi, dan kami akan terus berkembang dengan ekonomi, masyarakat, dan negara serta hal-hal hebat yang kami ketahui," lanjut menteri yang terkenal dengan pandangan ekstremis tersebut.
Kerajaan Arab Saudi belum berkomentar atas pernyataan Smotrich.
Arab Saudi telah berulang kali menegaskan syarat tercapainya kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel adalah Tel Aviv menerima pendirian Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Komentar Smotrich yang menghina Kerajaan Arab Saudi menuai kecaman dari para pemimpin oposisi Israel.
“Kepada teman-teman kami di Kerajaan Arab Saudi dan Timur Tengah, Smotrich tidak mewakili Negara Israel,” tulis Yair Lapid, pemimpin Partai Yesh Atid, di X, mendesak menteri keuangan tersebut untuk meminta maaf.
Benny Gantz, pemimpin oposisi dari Partai Biru dan Putih, mengatakan di X bahwa komentar Smotrich yang menghina Arab Saudi mencerminkan ketidaktahuan dan kurangnya kesadaran akan tanggung jawabnya sebagai menteri senior dalam pemerintahan dan kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Smotrich telah lama menganjurkan perluasan permukiman Israel di Tepi Barat dan aneksasi wilayah Palestina yang diduduki tersebut. Aneksasi itu sama halnya dengan mengubur harapan Palestina untuk mendirikan negara.
Setelah komentar yang menghina Arab Saudi menuai kecaman dari kubu oposisi Israel, Smotrich meminta maaf dan mencabut komentarnya tersebut.
"Pernyataan saya tentang Arab Saudi jelas tidak berhasil, dan saya menyesali penghinaan yang ditimbulkannya," katanya di X.
"Meskipun demikian, dan sekaligus, saya berharap Saudi tidak merugikan kami dan tidak mengingkari warisan, tradisi, dan hak-hak orang Yahudi atas wilayah bersejarah tanah air mereka di Yudea dan Samaria (Tepi Barat) dan membangun perdamaian sejati dengan kami," paparnya, seperti dikutip Anadolu, Jumat (24/10/2025).
Smotrich mengeluarkan komentar hinaan itu pada Kamis pagi, menolak normalisasi hubungan dengan Riyadh dengan imbalan berdirinya Negara Palestina.
"Jika Arab Saudi mengatakan kepada kami 'normalisasi dengan imbalan Negara Palestina', teman-teman—tidak, terima kasih," kata Smotrich dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Zomet Institute dan surat kabar Makor Rishon.
Baca Juga: Trump: Israel Akan Kehilangan Seluruh Dukungan AS Jika Caplok Tepi Barat!
"Teruslah menunggang unta di padang pasir di Arab Saudi, dan kami akan terus berkembang dengan ekonomi, masyarakat, dan negara serta hal-hal hebat yang kami ketahui," lanjut menteri yang terkenal dengan pandangan ekstremis tersebut.
Kerajaan Arab Saudi belum berkomentar atas pernyataan Smotrich.
Arab Saudi telah berulang kali menegaskan syarat tercapainya kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel adalah Tel Aviv menerima pendirian Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Komentar Smotrich yang menghina Kerajaan Arab Saudi menuai kecaman dari para pemimpin oposisi Israel.
“Kepada teman-teman kami di Kerajaan Arab Saudi dan Timur Tengah, Smotrich tidak mewakili Negara Israel,” tulis Yair Lapid, pemimpin Partai Yesh Atid, di X, mendesak menteri keuangan tersebut untuk meminta maaf.
Benny Gantz, pemimpin oposisi dari Partai Biru dan Putih, mengatakan di X bahwa komentar Smotrich yang menghina Arab Saudi mencerminkan ketidaktahuan dan kurangnya kesadaran akan tanggung jawabnya sebagai menteri senior dalam pemerintahan dan kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Smotrich telah lama menganjurkan perluasan permukiman Israel di Tepi Barat dan aneksasi wilayah Palestina yang diduduki tersebut. Aneksasi itu sama halnya dengan mengubur harapan Palestina untuk mendirikan negara.
Setelah komentar yang menghina Arab Saudi menuai kecaman dari kubu oposisi Israel, Smotrich meminta maaf dan mencabut komentarnya tersebut.
"Pernyataan saya tentang Arab Saudi jelas tidak berhasil, dan saya menyesali penghinaan yang ditimbulkannya," katanya di X.
"Meskipun demikian, dan sekaligus, saya berharap Saudi tidak merugikan kami dan tidak mengingkari warisan, tradisi, dan hak-hak orang Yahudi atas wilayah bersejarah tanah air mereka di Yudea dan Samaria (Tepi Barat) dan membangun perdamaian sejati dengan kami," paparnya, seperti dikutip Anadolu, Jumat (24/10/2025).
(mas)
Lihat Juga :