Terancam Perang, Venezuela Peringatkan AS: Kami Punya 5.000 Rudal Rusia
Kamis, 23 Oktober 2025 - 17:19 WIB
loading...
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto/brics-russia2024.ru
A
A
A
CARACAS - Presiden Nicolas Maduro mengumumkan Venezuela memiliki 5.000 sistem pertahanan udara portabel Igla-S buatan Rusia. Klaim ini muncul sebagai respons langsung terhadap pengerahan militer Amerika Serikat (AS), termasuk jet siluman dan kapal Angkatan Laut ke Karibia.
Pengerahan militer AS itu disebut Caracas sebagai "gladi resik" untuk operasi penggulingan Maduro.
"Tidak kurang dari 5.000 di posisi pertahanan udara kunci untuk memastikan perdamaian," ujar Maduro dalam upacara yang disiarkan televisi bersama para pemimpin militer.
Gedung Putih mengklaim kehadirannya di wilayah itu adalah untuk operasi antinarkoba, setelah menghancurkan beberapa kapal yang diduga menyelundupkan narkoba dari Venezuela.
Dalam beberapa pekan terakhir, AS telah berulang kali menggunakan militernya untuk menghancurkan kapal-kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba di lepas pantai Venezuela.
Menurut otoritas AS, operasi ini merupakan bagian dari upaya memerangi kejahatan transnasional dan perdagangan narkoba.
Pada 19 Agustus, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Trump siap menggunakan "setiap elemen kekuatan Amerika" untuk memerangi perdagangan narkoba, tanpa mengesampingkan kemungkinan operasi militer di Venezuela.
Baca juga: Juru Bicara Baru Brigade Al-Quds Abu Hamza: Kami Tak akan Pernah Serahkan Senjata
Pengerahan militer AS itu disebut Caracas sebagai "gladi resik" untuk operasi penggulingan Maduro.
"Tidak kurang dari 5.000 di posisi pertahanan udara kunci untuk memastikan perdamaian," ujar Maduro dalam upacara yang disiarkan televisi bersama para pemimpin militer.
Gedung Putih mengklaim kehadirannya di wilayah itu adalah untuk operasi antinarkoba, setelah menghancurkan beberapa kapal yang diduga menyelundupkan narkoba dari Venezuela.
Dalam beberapa pekan terakhir, AS telah berulang kali menggunakan militernya untuk menghancurkan kapal-kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba di lepas pantai Venezuela.
Menurut otoritas AS, operasi ini merupakan bagian dari upaya memerangi kejahatan transnasional dan perdagangan narkoba.
Pada 19 Agustus, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Trump siap menggunakan "setiap elemen kekuatan Amerika" untuk memerangi perdagangan narkoba, tanpa mengesampingkan kemungkinan operasi militer di Venezuela.
Baca juga: Juru Bicara Baru Brigade Al-Quds Abu Hamza: Kami Tak akan Pernah Serahkan Senjata
(sya)
Lihat Juga :