Perhiasan Museum Louvre yang Dicuri Bernilai Rp1,7 Triliun
Rabu, 22 Oktober 2025 - 16:16 WIB
loading...
A
A
A
Seluruh operasi hanya berlangsung tujuh menit, kata pihak berwenang.
Baca Juga: Sambut Kunjungan Trump ke Seoul, Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik
Diadem – hiasan kepala berhiaskan permata yang dikenakan oleh keluarga kerajaan – menampilkan 24 safir Ceylon dan 1.083 berlian yang dapat dilepas dan dikenakan sebagai bros, menurut Louvre.
Juga dicuri adalah satu set kalung dan anting zamrud yang merupakan hadiah pernikahan dari Napoleon kepada istri keduanya, Marie-Louise dari Austria, pada Maret 1810, berisi 32 zamrud berpotongan rumit dan 1.138 berlian.
Delapan dari sembilan barang yang dicuri masih belum diketahui keberadaannya.
"Orang mungkin bertanya-tanya tentang fakta bahwa, misalnya, jendela-jendelanya tidak diamankan, tentang fakta bahwa lift keranjang berada di jalan umum," ujarnya di radio France Inter. "Yang pasti, kita telah gagal."
"Semua orang Prancis merasa seperti dirampok," tambahnya.
Elaine Sciolino, penulis "Adventures in the Louvre: How to Fall in Love with the World's Greatest Museum," menekankan pentingnya perampokan di Louvre, yang awalnya dibangun sebagai benteng sebelum menjadi istana bagi keluarga kerajaan Prancis.
"Serangan ini benar-benar merupakan belati yang menusuk jantung Prancis dan sejarah Prancis," ujarnya.
Baca Juga: Sambut Kunjungan Trump ke Seoul, Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik
2. Pencuri Menarget Perhiasan
Di antara barang-barang yang diambil dari Louvre terdapat satu set perhiasan berlian dan safir termasuk tiara dan kalung yang dikenakan oleh Ratu Marie-Amélie dan Ratu Hortense.Diadem – hiasan kepala berhiaskan permata yang dikenakan oleh keluarga kerajaan – menampilkan 24 safir Ceylon dan 1.083 berlian yang dapat dilepas dan dikenakan sebagai bros, menurut Louvre.
Juga dicuri adalah satu set kalung dan anting zamrud yang merupakan hadiah pernikahan dari Napoleon kepada istri keduanya, Marie-Louise dari Austria, pada Maret 1810, berisi 32 zamrud berpotongan rumit dan 1.138 berlian.
Delapan dari sembilan barang yang dicuri masih belum diketahui keberadaannya.
3. Mengungkap Kegagalan Keamanan Prancis
Menteri Kehakiman Prancis Gérald Darmanin mengakui bahwa pencurian Louvre mengungkap kegagalan keamanan di museum."Orang mungkin bertanya-tanya tentang fakta bahwa, misalnya, jendela-jendelanya tidak diamankan, tentang fakta bahwa lift keranjang berada di jalan umum," ujarnya di radio France Inter. "Yang pasti, kita telah gagal."
"Semua orang Prancis merasa seperti dirampok," tambahnya.
Elaine Sciolino, penulis "Adventures in the Louvre: How to Fall in Love with the World's Greatest Museum," menekankan pentingnya perampokan di Louvre, yang awalnya dibangun sebagai benteng sebelum menjadi istana bagi keluarga kerajaan Prancis.
"Serangan ini benar-benar merupakan belati yang menusuk jantung Prancis dan sejarah Prancis," ujarnya.
4. Dalang Perampokan Belum Terungkap
Para investigator belum memiliki petunjuk kuat tentang siapa dalang perampokan tersebut, tetapi mereka perlahan-lahan mengumpulkan bukti, seorang pejabat penegak hukum di Prancis yang telah diberi pengarahan tentang investigasi yang sedang berlangsung mengatakan kepada CNN pada hari Selasa.Lihat Juga :