Hamas Kembalikan 2 Jenazah Tawanan Israel, Perlintasan Rafah Masih Ditutup
Rabu, 22 Oktober 2025 - 12:42 WIB
loading...
A
A
A
“Israel menunda pelaksanaan gencatan senjata dengan tidak membuka perlintasan Rafah untuk perjalanan orang sakit dan terluka, dan mencegah masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza," kata para pejabat Hamas.
Mujahid Muhammad Darwish, kepala delegasi Hamas, juga menyoroti, "Hak-hak yang tidak dapat dicabut dari rakyat kami untuk menentukan nasib sendiri dan hak mereka untuk satu negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya."
Turki merupakan salah satu penandatangan dokumen Presiden AS Donald Trump tentang kesepakatan gencatan senjata Gaza awal bulan ini di Sharm el-Sheikh, Mesir.
Perlintasan Rafah tetap ditutup sejak 7 Mei 2024, ketika direbut pasukan Israel saat mereka menyerbu kota Rafah di selatan Jalur Gaza, tempat hampir satu juta orang berlindung saat itu.
PBB telah menggambarkan perlintasan tersebut, yang menghubungkan wilayah Palestina dengan Mesir, sebagai salah satu dari dua "arteri" untuk akses kemanusiaan.
Pengadilan tertinggi PBB, Mahkamah Internasional (ICJ), memerintahkan Israel membuka kembali perlintasan Rafah pada 24 Mei 2024, setelah pengajuan darurat dari Afrika Selatan, tetapi perlintasan tersebut tetap ditutup, dengan akses terbatas melalui perlintasan Karem Abu Salem yang berdekatan.
Baca juga: Wapres AS Vance Akui Tidak Tahu Siapa yang akan Kelola Gaza di Masa Depan
Mujahid Muhammad Darwish, kepala delegasi Hamas, juga menyoroti, "Hak-hak yang tidak dapat dicabut dari rakyat kami untuk menentukan nasib sendiri dan hak mereka untuk satu negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya."
Turki merupakan salah satu penandatangan dokumen Presiden AS Donald Trump tentang kesepakatan gencatan senjata Gaza awal bulan ini di Sharm el-Sheikh, Mesir.
Perlintasan Rafah tetap ditutup sejak 7 Mei 2024, ketika direbut pasukan Israel saat mereka menyerbu kota Rafah di selatan Jalur Gaza, tempat hampir satu juta orang berlindung saat itu.
PBB telah menggambarkan perlintasan tersebut, yang menghubungkan wilayah Palestina dengan Mesir, sebagai salah satu dari dua "arteri" untuk akses kemanusiaan.
Pengadilan tertinggi PBB, Mahkamah Internasional (ICJ), memerintahkan Israel membuka kembali perlintasan Rafah pada 24 Mei 2024, setelah pengajuan darurat dari Afrika Selatan, tetapi perlintasan tersebut tetap ditutup, dengan akses terbatas melalui perlintasan Karem Abu Salem yang berdekatan.
Baca juga: Wapres AS Vance Akui Tidak Tahu Siapa yang akan Kelola Gaza di Masa Depan
(sya)
Lihat Juga :