Hamas Kembalikan 2 Jenazah Tawanan Israel, Perlintasan Rafah Masih Ditutup
Rabu, 22 Oktober 2025 - 12:42 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan perjanjian gencatan senjata, Israel membebaskan sekitar 2.000 tahanan Palestina yang masih hidup dari penjara-penjara Israel, dan telah berkomitmen membebaskan jenazah 360 warga Palestina lainnya yang telah meninggal.
Tim forensik yang menerima jenazah sekitar 45 warga Palestina yang dikembalikan Israel pekan lalu mengatakan beberapa dari mereka tiba dalam keadaan diborgol dan menunjukkan tanda-tanda penganiayaan fisik dan kemungkinan eksekusi.
Ubai Al-Aboudi, direktur eksekutif Pusat Penelitian dan Pengembangan Bisan, mengatakan warga Palestina yang dipenjara oleh Israel juga harus dianggap sebagai "sandera".
"Seluruh sistem ini merendahkan martabat warga Palestina," ujar Al-Aboudi kepada Al Jazeera dari Ramallah.
Dia menambahkan, "Ketika kita berbicara tentang tahanan Palestina, kita sebenarnya berbicara tentang sandera."
Al-Aboudi mencatat sekitar 20% penduduk Palestina telah ditangkap atau ditahan Israel selama beberapa dekade, dan situasi di penjara-penjara Israel telah memburuk secara dramatis sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023.
"Sebagian besar dari mereka ditahan tanpa proses hukum, tanpa dakwaan, dan hanya berdasarkan perintah militer oleh pendudukan militer asing," ujarnya.
Delegasi pejabat Hamas, yang menghadiri pembicaraan dengan pejabat Turki di Qatar pada hari Selasa, mengatakan kelompok Palestina tersebut tetap berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata meskipun Israel "berulang kali melakukan pelanggaran".
Tim forensik yang menerima jenazah sekitar 45 warga Palestina yang dikembalikan Israel pekan lalu mengatakan beberapa dari mereka tiba dalam keadaan diborgol dan menunjukkan tanda-tanda penganiayaan fisik dan kemungkinan eksekusi.
Ubai Al-Aboudi, direktur eksekutif Pusat Penelitian dan Pengembangan Bisan, mengatakan warga Palestina yang dipenjara oleh Israel juga harus dianggap sebagai "sandera".
"Seluruh sistem ini merendahkan martabat warga Palestina," ujar Al-Aboudi kepada Al Jazeera dari Ramallah.
Dia menambahkan, "Ketika kita berbicara tentang tahanan Palestina, kita sebenarnya berbicara tentang sandera."
Al-Aboudi mencatat sekitar 20% penduduk Palestina telah ditangkap atau ditahan Israel selama beberapa dekade, dan situasi di penjara-penjara Israel telah memburuk secara dramatis sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023.
"Sebagian besar dari mereka ditahan tanpa proses hukum, tanpa dakwaan, dan hanya berdasarkan perintah militer oleh pendudukan militer asing," ujarnya.
Penyeberangan Rafah Masih Ditutup
Delegasi pejabat Hamas, yang menghadiri pembicaraan dengan pejabat Turki di Qatar pada hari Selasa, mengatakan kelompok Palestina tersebut tetap berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata meskipun Israel "berulang kali melakukan pelanggaran".
Lihat Juga :