Tegang dengan Rusia, Militer Inggris Diperintahkan Tembak Jatuh Setiap Drone Asing
Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:44 WIB
loading...
Militer Inggris akan mendapat perintah untuk menembak jatuh setiap drone asing di atas pangkalan militer di tengah ketegangan Rusia dan Barat. Foto/IISS
A
A
A
LONDON - Angkatan Bersenjata Inggris akan mendapatkan wewenang baru untuk menembak jatuh pesawat nirawak (drone) asing yang terbang di atas pangkalan militer. Demikian pengumuman Menteri Pertahanan John Healey pada hari Senin, setelah insiden drone di seluruh Eropa meningkatkan ketegangan dengan Rusia.
Meskipun penampakan pesawat nirawak baru-baru ini di atas bandara di Jerman dan Denmark telah memicu kekacauan transportasi, Polandia menembak jatuh beberapa pesawat nirawak kecil bulan lalu, dan beberapa terlihat di atas pangkalan udara Inggris tahun lalu.
Negara-negara di seluruh Eropa telah menyalahkan Rusia atas penerbangan pesawat nirawak dan sepakat untuk meningkatkan anggaran militer.
Baca Juga: Eks Panglima Militer Inggris: Ukraina Tak Akan Menang Perang Melawan Rusia!
Rusia, yang melancarkan perang terhadap Ukraina pada Februari 2022 yang menyebarkan kepanikan di sisi timur Eropa, membantah berada di balik penerbangan pesawat nirawak tersebut.
Aliansi militer NATO mengatakan pekan lalu bahwa mereka sedang menguji sistem pertahanan anti-pesawat nirawak baru di Eropa timur untuk melawan ancaman dari Rusia.
“Agresi Rusia telah meningkat. Agresinya bahkan meluas lebih jauh ke Barat,” kata Healey dalam pidatonya di Mansion House di London Pusat, seperti dikutip AFP, Selasa (21/10/2025).
“Kami akan selalu melakukan apa yang diperlukan untuk membela rakyat Inggris, dan saat ini, kami sedang mengembangkan kewenangan hukum baru untuk menjatuhkan pesawat nirawak tak dikenal di atas pangkalan militer Inggris," paparnya.
Tahun lalu, pesawat nirawak tak dikenal terlihat di atas tiga pangkalan udara yang digunakan oleh pasukan Amerika Serikat di Inggris—RAF Lakenheath dan RAF Mildenhall di Suffolk, serta RAF Feltwell di Norfolk.
Investigasi militer gabungan antara pasukan AS dan Inggris telah diluncurkan, tetapi tidak ada informasi yang muncul tentang asal-usul perangkat tersebut.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan pada Kamis pekan lalu bahwa blok Eropa tidak punya pilihan selain membangun pertahanan terhadap pesawat nirawak Rusia, sementara Brussels meluncurkan "peta jalan" untuk mempersiapkan potensi konflik pada tahun 2030.
“Tidak dapat disangkal lagi bahwa ada era ancaman baru,” kata Healey.
“Sejak berakhirnya Perang Dunia II, keamanan Eropa tidak pernah berada dalam risiko konflik antarnegara sebesar ini," imbuh dia.
Meskipun penampakan pesawat nirawak baru-baru ini di atas bandara di Jerman dan Denmark telah memicu kekacauan transportasi, Polandia menembak jatuh beberapa pesawat nirawak kecil bulan lalu, dan beberapa terlihat di atas pangkalan udara Inggris tahun lalu.
Negara-negara di seluruh Eropa telah menyalahkan Rusia atas penerbangan pesawat nirawak dan sepakat untuk meningkatkan anggaran militer.
Baca Juga: Eks Panglima Militer Inggris: Ukraina Tak Akan Menang Perang Melawan Rusia!
Rusia, yang melancarkan perang terhadap Ukraina pada Februari 2022 yang menyebarkan kepanikan di sisi timur Eropa, membantah berada di balik penerbangan pesawat nirawak tersebut.
Aliansi militer NATO mengatakan pekan lalu bahwa mereka sedang menguji sistem pertahanan anti-pesawat nirawak baru di Eropa timur untuk melawan ancaman dari Rusia.
“Agresi Rusia telah meningkat. Agresinya bahkan meluas lebih jauh ke Barat,” kata Healey dalam pidatonya di Mansion House di London Pusat, seperti dikutip AFP, Selasa (21/10/2025).
“Kami akan selalu melakukan apa yang diperlukan untuk membela rakyat Inggris, dan saat ini, kami sedang mengembangkan kewenangan hukum baru untuk menjatuhkan pesawat nirawak tak dikenal di atas pangkalan militer Inggris," paparnya.
Tahun lalu, pesawat nirawak tak dikenal terlihat di atas tiga pangkalan udara yang digunakan oleh pasukan Amerika Serikat di Inggris—RAF Lakenheath dan RAF Mildenhall di Suffolk, serta RAF Feltwell di Norfolk.
Investigasi militer gabungan antara pasukan AS dan Inggris telah diluncurkan, tetapi tidak ada informasi yang muncul tentang asal-usul perangkat tersebut.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan pada Kamis pekan lalu bahwa blok Eropa tidak punya pilihan selain membangun pertahanan terhadap pesawat nirawak Rusia, sementara Brussels meluncurkan "peta jalan" untuk mempersiapkan potensi konflik pada tahun 2030.
“Tidak dapat disangkal lagi bahwa ada era ancaman baru,” kata Healey.
“Sejak berakhirnya Perang Dunia II, keamanan Eropa tidak pernah berada dalam risiko konflik antarnegara sebesar ini," imbuh dia.
(mas)
Lihat Juga :