Mengapa Para Istri dan Selir Raja Terkaya di Dunia Maha Vajiralongkorn Diberi Pangkat Militer?
Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:15 WIB
loading...
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun, raja terkaya di dunia. Para perempuan yang dijadikan istri dan selir kerap diberi pangkat militer. Foto/Screenshot Fox News
A
A
A
JAKARTA - Raja Thailand Maha Vajiralongkorn (Rama X) merupakan raja terkaya di dunia dengan kekayaan diperkirakan mencapai USD43 miliar atau lebih dari Rp700 triliun. Dia telah menikah empat kali dan memiliki seorang selir resmi, meski ada laporan bahwa jumlah selirnya sekitar 20 orang.
Uniknya, tiga dari empat perempuan yang dinikahinya diberi pangkat militer. Begitu juga dengan selir istimewanya yang diberi pangkat mayor jenderal.
Deretan Istri dan Selir Raja Maha Vajiralongkorn yang Diberi Pangkat Militer
•Diceraikan: tahun 1991
•Pangkat: Tidak memiliki pangkat militer aktif, namun masih memiliki gelar kerajaan meski sudah diceraikan
Baca Juga: Karier Militer Mayjen Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Resmi Raja Thailand Sepanjang Sejarah
•Diceraikan: tahun 1996
•Pangkat: Letnan Kolonel Angkatan Udara Kerajaan Thailand, tapi dicabut setelah diceraikan
•Diceraikan: tahun 2014
•Pangkat: Kolonel Kehormatan, tapi dicabut setelah diceraikan
•Pangkat: Jenderal Angkatan Darat, Laksamana, dan Marsekal Udara
•Pangkat: Mayor Jenderal Angkatan Darat (RTA)
Alasan Para Istri dan Selir Raja Maha Vajiralongkorn Diberi Pangkat Militer
Memberi pangkat militer kepada istri raja adalah cara menegaskan bahwa keluarga kerajaan merupakan bagian integral dari sistem pertahanan dan keamanan nasional.
Misalnya, Ratu Sirikit (istri mendiang Raja Bhumibol Adulyadej atau Rama IX) memiliki pangkat Jenderal penuh di Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Hal yang sama juga diberikan kepada Ratu Suthida, istri Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X), yang memiliki pangkat Jenderal di tiga matra saat dinikahi.
Sejak itu, banyak anggota keluarga kerajaan—baik laki-laki maupun perempuan—diberikan pangkat militer sebagai kehormatan simbol pengabdian kepada bangsa.
Jadi ketika istri raja diberi pangkat militer, itu bukan karena peran operasional, tapi karena statusnya sebagai figur nasional dan representasi dari “pelindung bangsa”.
Di kerajaan yang sarat hierarki seperti Thailand, gelar dan pangkat sangat penting untuk memperjelas posisi seseorang dalam struktur sosial.
Ketika Ratu Suthida Vajiralongkorn Na Ayudhya diberi pangkat jenderal, itu juga untuk menegaskan statusnya bukan sekadar istri, tapi sosok resmi dalam struktur kerajaan.
Pangkat tersebut juga menormalisasi keterlibatan kerajaan dalam urusan militer, sesuatu yang sangat dijaga di Thailand, di mana raja dianggap pelindung tentara (Phra Chao Yu Hua Nai Thahan).
Raja Maha Vajiralongkorn sendiri memiliki karier militer aktif, termasuk pelatihan di Royal Military College Duntroon (Australi) dan penerbangan tempur di Angkatan Udara Kerajaan Thailand.
Karena itu, dia menempatkan banyak loyalis militer di sekitar istana, dan sering kali mengangkat orang dekat—termasuk calon istri atau selir—ke posisi kehormatan di unit militer istana.
Dalam budaya monarki Thailand, peran istri raja juga mengandung makna spiritual. Dengan pangkat militer, ia dianggap melindungi raja dan negara, bukan hanya sebagai permaisuri, tapi juga sebagai perisai moral,
Pangkat itu juga menjadi legitimasi religius, karena militer di Thailand juga sering dikaitkan dengan konsep Dharma Raja (raja yang menegakkan kebenaran).
Uniknya, tiga dari empat perempuan yang dinikahinya diberi pangkat militer. Begitu juga dengan selir istimewanya yang diberi pangkat mayor jenderal.
Deretan Istri dan Selir Raja Maha Vajiralongkorn yang Diberi Pangkat Militer
1. Putri Soamsawali Kitiyakara
•Dinikahi: 3 Januari 1977•Diceraikan: tahun 1991
•Pangkat: Tidak memiliki pangkat militer aktif, namun masih memiliki gelar kerajaan meski sudah diceraikan
Baca Juga: Karier Militer Mayjen Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Resmi Raja Thailand Sepanjang Sejarah
2. Yuvadhida Polpraserth (Sujarinee Vivacharawongse)
•Dinikahi: 3 Februari 1994•Diceraikan: tahun 1996
•Pangkat: Letnan Kolonel Angkatan Udara Kerajaan Thailand, tapi dicabut setelah diceraikan
3. Srirasmi Suwadee
•Dinikahi: 10 Februari 2001•Diceraikan: tahun 2014
•Pangkat: Kolonel Kehormatan, tapi dicabut setelah diceraikan
4. Suthida Vajiralongkorn Na Ayudhya
•Dinikahi: 1 Mei 2019 (masih menjabat sebagai Ratu Thailand hingga sekarang)•Pangkat: Jenderal Angkatan Darat, Laksamana, dan Marsekal Udara
5. Sineenat Wongvajirapakdi
•Dinobatkan sebagai selir resmi: 28 Juli 2019•Pangkat: Mayor Jenderal Angkatan Darat (RTA)
Alasan Para Istri dan Selir Raja Maha Vajiralongkorn Diberi Pangkat Militer
1. Simbol Loyalitas terhadap Monarki dan Militer
Di Thailand, monarki dan militer adalah dua pilar utama kekuasaan negara. Sejak kudeta pertama tahun 1932, kedua lembaga ini selalu beriringan dalam menjaga stabilitas nasional—kadang saling mendukung, kadang bersaing, tapi selalu terikat secara simbolik.Memberi pangkat militer kepada istri raja adalah cara menegaskan bahwa keluarga kerajaan merupakan bagian integral dari sistem pertahanan dan keamanan nasional.
Misalnya, Ratu Sirikit (istri mendiang Raja Bhumibol Adulyadej atau Rama IX) memiliki pangkat Jenderal penuh di Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Hal yang sama juga diberikan kepada Ratu Suthida, istri Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X), yang memiliki pangkat Jenderal di tiga matra saat dinikahi.
2. Tradisi Lama sejak Era Raja Vajiravudh (Rama VI)
Raja Vajiravudh (1910–1925) adalah tokoh yang memperkenalkan nasionalisme gaya Barat ke Thailand. Dia sendiri lulusan militer Inggris dan menciptakan konsep "Nation–Religion–King".Sejak itu, banyak anggota keluarga kerajaan—baik laki-laki maupun perempuan—diberikan pangkat militer sebagai kehormatan simbol pengabdian kepada bangsa.
Jadi ketika istri raja diberi pangkat militer, itu bukan karena peran operasional, tapi karena statusnya sebagai figur nasional dan representasi dari “pelindung bangsa”.
3. Legitimasi Politik dan Citra Publik
Pangkat militer juga berfungsi meningkatkan legitimasi dan wibawa istri raja di mata publik.Di kerajaan yang sarat hierarki seperti Thailand, gelar dan pangkat sangat penting untuk memperjelas posisi seseorang dalam struktur sosial.
Ketika Ratu Suthida Vajiralongkorn Na Ayudhya diberi pangkat jenderal, itu juga untuk menegaskan statusnya bukan sekadar istri, tapi sosok resmi dalam struktur kerajaan.
Pangkat tersebut juga menormalisasi keterlibatan kerajaan dalam urusan militer, sesuatu yang sangat dijaga di Thailand, di mana raja dianggap pelindung tentara (Phra Chao Yu Hua Nai Thahan).
4. Hubungan Personal Raja Maha Vajiralongkorn dengan Militer
Raja Maha Vajiralongkorn sendiri memiliki karier militer aktif, termasuk pelatihan di Royal Military College Duntroon (Australi) dan penerbangan tempur di Angkatan Udara Kerajaan Thailand.
Karena itu, dia menempatkan banyak loyalis militer di sekitar istana, dan sering kali mengangkat orang dekat—termasuk calon istri atau selir—ke posisi kehormatan di unit militer istana.
5. Simbol Kesetiaan dan Kesucian
Dalam budaya monarki Thailand, peran istri raja juga mengandung makna spiritual. Dengan pangkat militer, ia dianggap melindungi raja dan negara, bukan hanya sebagai permaisuri, tapi juga sebagai perisai moral,
Pangkat itu juga menjadi legitimasi religius, karena militer di Thailand juga sering dikaitkan dengan konsep Dharma Raja (raja yang menegakkan kebenaran).
(mas)
Lihat Juga :