64 Warga Korea Selatan Dibebaskan dari Pusat Scamming di Kamboja Langsung Jadi Tersangka

Minggu, 19 Oktober 2025 - 18:35 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: 7 Juta Warga AS Turun ke Jalanan Lawan Trump dengan Gerakan No Kings, Ini 6 Alasannya

Pembantaian babi – eufemisme untuk menggemukkan korban sebelum dibantai – seringkali melibatkan skema investasi mata uang kripto palsu yang membangun kepercayaan dari waktu ke waktu sebelum dana dicuri.

Industri paralel telah berkembang pesat di Laos, Filipina, dan Myanmar yang dilanda perang, di mana laporan pemenjaraan dan penyiksaan di pusat penipuan adalah yang paling parah.

Diperkirakan 200.000 orang bekerja dalam puluhan operasi penipuan berskala besar di seluruh Kamboja, dengan banyak kompleks penipuan dimiliki atau terkait dengan orang-orang kaya dan memiliki koneksi politik di negara tersebut. Sekitar 1.000 warga negara Korea Selatan diyakini termasuk di antara jumlah tersebut.

Pada hari Selasa, Amerika Serikat dan Inggris mengumumkan sanksi besar-besaran terhadap jaringan kejahatan multinasional yang berbasis di Kamboja, yang diidentifikasi sebagai Prince Group, karena menjalankan jaringan "pusat penipuan" di seluruh wilayah tersebut.

Pihak berwenang Inggris menyita 19 properti di London senilai lebih dari 100 juta pound ($134 juta) yang terkait dengan Prince Group, yang memasarkan dirinya sebagai perusahaan real estat, jasa keuangan, dan bisnis konsumen yang sah.

Jaksa penuntut mengatakan bahwa pada suatu saat, ketua Prince Group, taipan Tionghoa-Kamboja Chen Zhi, membanggakan bahwa operasi penipuan tersebut menghasilkan $30 juta per hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Bikin Bangga, Film Horor...
Bikin Bangga, Film Horor Terbaru Anggy Umbara World Premiere di Korea
Jenazah Pemimpin Tertinggi...
Jenazah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei Tiba di Teheran untuk Upacara Perpisahan
Ngeri! Baku Tembak 2...
Ngeri! Baku Tembak 2 Kelompok Pemuda di Mal, 2 Orang Tewas
Rekomendasi
Mau Liburan Lebih Berkesan?...
Mau Liburan Lebih Berkesan? Ini 5 Travel Essential yang Wajib Masuk Koper
Road To Garmin Run 2026,...
Road To Garmin Run 2026, Sampah Disulap Jadi Plakat Juara
350 Spesies Seafood...
350 Spesies Seafood Dicoret dari Menu Jaringan Hotel Global demi Selamatkan Laut
Berita Terkini
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
Sidang Pemakzulan Digelar,...
Sidang Pemakzulan Digelar, Nasib Wakil Presiden di Ujung Tanduk
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved