Netanyahu Hendak Maju Lagi Jadi PM Israel meski Telah Jadi Penguasa Terlama

Minggu, 19 Oktober 2025 - 10:12 WIB
loading...
Netanyahu Hendak Maju...
Benjamin Netanyahu, PM Israel dengan masa jabatan terlama, akan mencalonkan diri lagi untuk masa jabatan berikutnya dalam Pemilu Parlemen November 2026. Foto/GPO Israel
A A A
TEL AVIV - Perdana menteri (PM) Israel dengan masa jabatan terlama, Benjamin Netanyahu, mengatakan dia akan mencalonkan diri lagi untuk masa jabatan berikutnya dalam Pemilu Parlemen November 2026.

Masa jabatan Netanyahu baru-baru ini diwarnai oleh reformasi peradilannya yang kontroversial, krisis penyanderaan, dan perang melawan Hamas di Gaza, isu-isu yang membuatnya menghadapi kritik sekaligus pujian.

Dalam sebuah wawancara dengan Channel 14 Israel pada hari Sabtu, Netanyahu ditanya apakah dia berniat untuk mencalonkan diri untuk masa jabatan berikutnya. "Ya," jawabnya.

Ketika ditanya apakah dia berharap untuk menang, dia kembali menjawab, "Ya."

Baca Juga: Media Zionis Sebut PM Israel Netanyahu Menyerah kepada Hamas

Pemimpin partai sayap kanan Likud yang kontroversial ini menjabat sebagai perdana menteri dari tahun 1996 hingga 1999 dan dari tahun 2009 hingga 2021. Dia kembali menjabat pada Desember 2022 setelah runtuhnya koalisi yang berkuasa.

Netanyahu mengeklaim bahwa dia adalah "satu-satunya orang yang mampu menjaga keamanan Israel" dan membanggakan hubungan dekatnya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dia memiliki sikap keras terhadap Hamas dan memulai perang udara 12 hari dengan Iran pada bulan Juni.

Netanyahu saat ini sedang diadili dalam tiga kasus korupsi, di mana dia membantah melakukan kesalahan.

Dia juga telah mendorong pembatasan kekuasaan Mahkamah Agung Israel, yang memicu protes massa. Tak hanya itu, Netanyahu sekarang ini sedang diburu Pengadilan Kriminal Internasional (ICC)atas tuduhan melakukan kejahatan perang di Gaza.

Jajak pendapat Channel 12 yang diterbitkan minggu ini menunjukkan bahwa Likud akan memenangkan 72 kursi jika Pemilu diadakan sekarang, dan tetap menjadi faksi terbesar di Knesset (Parlemen).

Peningkatan popularitas ini menyusul gencatan senjata yang ditengahi secara internasional dengan Hamas dan pembebasan para sandera yang tersisa.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Berita Terkini
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved