Sukses Gulingkan Rezim Korup, Gen Z Nepal Bentuk Partai Politik
Minggu, 19 Oktober 2025 - 06:18 WIB
loading...
Kelompok Gen Z Nepal membentuk partai politik setelah sukses menggulingkan rezim pemerintah korup pimpinan perdana menteri KP Sharma Oli. Foto/NDTV
A
A
A
KATHMANDU - Kelompok Gen Z Nepal pada hari Sabtu mengumumkan bahwa mereka akan membentuk partai politik (parpol). Kelompok pemuda ini terkenal setelah sukses menggulingkan rezim pemerintah korup pimpinan perdana menteri K.P. Sharma Oli.
Kendati demikian, mereka mengatakan partisipasi parpol tersebut dalam pemilihan umum (pemilu) tahun depan bergantung pada pemenuhan persyaratan "bottom-line"-nya.
Pemilu di negara Himalaya tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5 Maret 2026.
Protes yang dipimpin kelompok Gen Z pada bulan lalu awalnya hanya menentang korupsi dan larangan pemerintah terhadap situs media sosial. Namun, protes meluas hingga berujung pada penggulingan rezim Sharma Oli.
Baca Juga: Cerita Demonstran Gen-Z Nepal Bangga Gulingkan Pemerintah Korup meski Ditembak
Dipimpin oleh Miraj Dhungana, salah satu pemimpin gerakan Gen Z baru-baru ini, kelompok ini mengumumkan agendanya dalam konferensi pers di Kathmandu, kemarin.
Mereka menegaskan bahwa meskipun mereka membentuk partai politik untuk menyatukan pemuda Gen Z, mereka tidak akan ikut serta dalam pemilu sampai persyaratan "bottom-line"-nya dipenuhi.
Kelompok ini terutama mengadvokasi dua agenda utama: sistem eksekutif yang dipilih secara langsung dan hak suara bagi warga negara Nepal yang tinggal di luar negeri.
Menurut Dhungana, kelompoknya telah memutuskan bahwa pembentukan partai politik sangat penting untuk menyatukan para pemuda yang terkait dengan gerakan Gen Z.
Saat menyampaikan agenda mereka, Dhungana menggarisbawahi pembentukan komite investigasi yang dipimpin warga negara untuk pengendalian korupsi dan penerapan kebijakan yang jelas tentang transformasi ekonomi.
"Kami akan terus memperjuangkan isu-isu seperti mempromosikan tata kelola pemerintahan yang baik, transparansi, dan pemberantasan korupsi. Kami tidak akan membiarkan pengorbanan generasi muda Gen-Z sia-sia," ujarnya, menyerukan komitmen dan kerja sama kolektif dari semua pihak dalam tugas pembangunan bangsa, seperti dikutip dari NDTV, Minggu (19/10/2025).
Dia menambahkan bahwa kelompoknya saat ini sedang mengumpulkan saran untuk nama yang tepat bagi partai baru tersebut.
Menyatakan bahwa pembangunan ekonomi negara Himalaya tersebut telah stagnan akibat meningkatnya eksodus pemuda Nepal yang pergi ke luar negeri untuk bekerja, dia mengatakan bahwa pemerintahan sebelumnya harus bertanggung jawab untuk mengatasi masalah-masalah mendesak tersebut.
Membahas posisi kelompoknya dalam masalah ekonomi, dia menekankan perlunya meningkatkan produksi dalam negeri.
"Kita dikelilingi oleh dua negara tetangga yang padat penduduk dengan total populasi tiga miliar jiwa, kita perlu memfokuskan perhatian kita pada peningkatan produksi kita yang menyasar pasar-pasar di sekitar kita," ujarnya.
Dia juga mendesak pemerintah sementara untuk segera memulai proses pembukaan kembali industri-industri yang tutup dan penciptaan lapangan kerja baru. Dia menggarisbawahi perlunya mengembangkan dan mempromosikan sektor pariwisata.
Pemilu Dewan Perwakilan Rakyat baru telah dijadwalkan pada 5 Maret tahun depan.
Tanggal pemilihan umum diumumkan oleh Presiden Ramchandra Paudel saat membentuk pemerintahan sementara yang dipimpin oleh mantan Ketua Mahkamah Agung Sushila Karki pada 12 September.
Kendati demikian, mereka mengatakan partisipasi parpol tersebut dalam pemilihan umum (pemilu) tahun depan bergantung pada pemenuhan persyaratan "bottom-line"-nya.
Pemilu di negara Himalaya tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5 Maret 2026.
Protes yang dipimpin kelompok Gen Z pada bulan lalu awalnya hanya menentang korupsi dan larangan pemerintah terhadap situs media sosial. Namun, protes meluas hingga berujung pada penggulingan rezim Sharma Oli.
Baca Juga: Cerita Demonstran Gen-Z Nepal Bangga Gulingkan Pemerintah Korup meski Ditembak
Dipimpin oleh Miraj Dhungana, salah satu pemimpin gerakan Gen Z baru-baru ini, kelompok ini mengumumkan agendanya dalam konferensi pers di Kathmandu, kemarin.
Mereka menegaskan bahwa meskipun mereka membentuk partai politik untuk menyatukan pemuda Gen Z, mereka tidak akan ikut serta dalam pemilu sampai persyaratan "bottom-line"-nya dipenuhi.
Kelompok ini terutama mengadvokasi dua agenda utama: sistem eksekutif yang dipilih secara langsung dan hak suara bagi warga negara Nepal yang tinggal di luar negeri.
Menurut Dhungana, kelompoknya telah memutuskan bahwa pembentukan partai politik sangat penting untuk menyatukan para pemuda yang terkait dengan gerakan Gen Z.
Saat menyampaikan agenda mereka, Dhungana menggarisbawahi pembentukan komite investigasi yang dipimpin warga negara untuk pengendalian korupsi dan penerapan kebijakan yang jelas tentang transformasi ekonomi.
"Kami akan terus memperjuangkan isu-isu seperti mempromosikan tata kelola pemerintahan yang baik, transparansi, dan pemberantasan korupsi. Kami tidak akan membiarkan pengorbanan generasi muda Gen-Z sia-sia," ujarnya, menyerukan komitmen dan kerja sama kolektif dari semua pihak dalam tugas pembangunan bangsa, seperti dikutip dari NDTV, Minggu (19/10/2025).
Dia menambahkan bahwa kelompoknya saat ini sedang mengumpulkan saran untuk nama yang tepat bagi partai baru tersebut.
Menyatakan bahwa pembangunan ekonomi negara Himalaya tersebut telah stagnan akibat meningkatnya eksodus pemuda Nepal yang pergi ke luar negeri untuk bekerja, dia mengatakan bahwa pemerintahan sebelumnya harus bertanggung jawab untuk mengatasi masalah-masalah mendesak tersebut.
Membahas posisi kelompoknya dalam masalah ekonomi, dia menekankan perlunya meningkatkan produksi dalam negeri.
"Kita dikelilingi oleh dua negara tetangga yang padat penduduk dengan total populasi tiga miliar jiwa, kita perlu memfokuskan perhatian kita pada peningkatan produksi kita yang menyasar pasar-pasar di sekitar kita," ujarnya.
Dia juga mendesak pemerintah sementara untuk segera memulai proses pembukaan kembali industri-industri yang tutup dan penciptaan lapangan kerja baru. Dia menggarisbawahi perlunya mengembangkan dan mempromosikan sektor pariwisata.
Pemilu Dewan Perwakilan Rakyat baru telah dijadwalkan pada 5 Maret tahun depan.
Tanggal pemilihan umum diumumkan oleh Presiden Ramchandra Paudel saat membentuk pemerintahan sementara yang dipimpin oleh mantan Ketua Mahkamah Agung Sushila Karki pada 12 September.
(mas)
Lihat Juga :