Serial Militer Gay Tunjukkan Kelemahan Pertahanan AS, Pentagon Marah Besar

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 09:25 WIB
loading...
Serial Militer Gay Tunjukkan...
Pentagon marah besar karena serial militer gay yang tunjukkan kelemahan AS. Foto/X/@robsmithonline
A A A
WASHINGTON - Pentagon menuduh Netflix memproduksi "sampah woke" atas tayangan terbaru layanan streaming tersebut yang berpusat pada seorang pria gay yang bergabung dengan Marinir AS . Serial ini tayang perdana di tengah kampanye Presiden Donald Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth untuk mengakhiri "budaya woke" di militer.

Juru bicara Departemen Perang AS, Kingsley Wilson, mengatakan kepada Entertainment Weekly bahwa mereka tidak mendukung "agenda ideologis" Netflix.

Militer AS "tidak akan mengkompromikan standar kami, tidak seperti Netflix yang kepemimpinannya secara konsisten memproduksi dan menyajikan sampah woke kepada penonton dan anak-anak mereka," kata Kingsley. Dia menambahkan bahwa Pentagon saat ini berfokus pada "memulihkan etos prajurit."

"Standar kami secara keseluruhan bersifat elit, seragam, dan netral gender karena berat ransel atau manusia tidak peduli apakah Anda seorang pria, wanita, gay, atau heteroseksual," ujar juru bicara tersebut.

Baca Juga: Ingin Tekan Konsensi Minyak, AS Serang Kapal Selam Venezuela

Bulan lalu, Hegseth mengumumkan standar personel baru untuk militer, yang menekankan persyaratan kebugaran "setingkat pria" agar mampu menghadapi situasi "hidup dan mati" di medan perang. "Standar harus seragam, netral gender, dan tinggi. Jika tidak, itu bukan standar," katanya saat itu, dengan alasan bahwa pendekatan lain akan "membuat putra dan putri kita terbunuh."

Pada bulan Februari lalu, menteri perang juga menolak moto "keberagaman adalah kekuatan kita" sebagai "frasa terbodoh" dalam sejarah militer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved