Israel Lakukan 36 Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza sejak Berlaku

Kamis, 16 Oktober 2025 - 19:32 WIB
loading...
Israel Lakukan 36 Pelanggaran...
Warga Palestina kembali ke permukiman Sheikh Ridwan dan Abu Iskandar yang hancur setelah penarikan mundur tentara Israel dari Kota Gaza setelah perjanjian gencatan senjata di Gaza pada 15 Oktober 2025. Foto/Mahmoud Abu Hamda/Anadolu Agency
A A A
JALUR GAZA - Pusat Hak Asasi Manusia Gaza mengatakan pasukan Israel telah melakukan 36 pelanggaran perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza sejak berlaku pada siang hari Jumat, 10 Oktober 2025. Kelompok tersebut melaporkan serangan Israel tersebut telah menewaskan tujuh warga sipil Palestina dan melukai beberapa lainnya.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu, pusat hak asasi tersebut mengatakan para peneliti lapangannya mendokumentasikan serangan udara, penembakan artileri, dan tembakan oleh pasukan Israel di beberapa bagian wilayah kantong tersebut selama beberapa hari terakhir, meskipun gencatan senjata telah diberlakukan.

Menurut kelompok tersebut, pesawat tanpa awak Israel menyerang sekelompok warga sipil di lingkungan Shuja'iyya di timur Kota Gaza pada Selasa pagi, menewaskan lima orang saat mereka sedang memeriksa rumah mereka.

Pusat hak asasi tersebut mengatakan para korban tidak menimbulkan ancaman bagi pasukan Israel.

Seorang warga sipil lainnya dilaporkan tewas dan satu orang terluka dalam serangan udara terpisah di kota Al-Fakhari, timur Khan Yunis, sementara cedera tambahan didokumentasikan di Jabalia dan Rafah menyusul serangan lainnya.

Organisasi tersebut mengatakan pelanggaran lainnya termasuk penembakan dan serangan berulang kali pada Rabu pagi, terutama di wilayah timur dan utara Jalur Gaza, yang menargetkan warga yang berusaha kembali ke rumah mereka.

"Serangan-serangan ini tidak dapat dibenarkan dan dilakukan tanpa kebutuhan militer," ungkap pernyataan tersebut.
Mereka menambahkan, “Serangan tersebut mencerminkan upaya yang disengaja oleh tentara pendudukan untuk mempertahankan iklim ketakutan dan ketidakamanan."

Sementara itu, pusat hak asasi tersebut mengatakan Israel terus membatasi bantuan kemanusiaan, hanya mengizinkan 173 truk memasuki Jalur Gaza dari sekitar 1.800 truk yang diperkirakan akan masuk dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Presiden Kolombia Gunakan Emas Sitaan dari Bandar Narkoba untuk Bantu Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Aksi Nekat Melamar di...
Aksi Nekat Melamar di Puncak Gedung Empire State, Pasangan Rusia Ditangkap
Parah! Penjaga Daycare...
Parah! Penjaga Daycare Ini Masukkan Anak yang Rewel ke Dalam Mesin Cuci
Rekomendasi
Sempat Diragukan, Menhaj...
Sempat Diragukan, Menhaj Klaim Haji 2026 Jadi Salah Satu Penyelenggaraan Terbaik dalam Sejarah
UI Tegaskan Kajian BEM...
UI Tegaskan Kajian BEM Psikologi soal LGBT Bukan Sikap Resmi Kampus
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
Berita Terkini
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved