Perang Berakhir, Israel Terapkan Strategi Pecah Belah di Gaza
Selasa, 14 Oktober 2025 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Ya.
Israel secara luas diakui berada di balik Pasukan Populer, sebuah milisi yang dipimpin oleh Yasser Abu Shabab dari suku Badui Tarabin di Gaza.
Namun, Tarabin telah mengecam Abu Shabab.
Meskipun Israel mengklaim Hamas mencuri bantuan dari rakyat Gaza, terungkap bahwa Pasukan Populer adalah pihak yang menjarah bantuan untuk dijual kembali kepada rakyat Gaza yang kelaparan. Hamas dilaporkan bentrok dengan Pasukan Populer beberapa kali sejak September 2024, menuduh mereka sebagai kolaborator Israel.
Israel juga dilaporkan mendukung sebuah kelompok yang menamakan dirinya Pasukan Serang Melawan Teror, yang dipimpin oleh Hussam al-Astal, seorang anggota klan al-Majida. Kelompok Al-Astal juga bentrok dengan Hamas pada awal Oktober sebelum gencatan senjata diumumkan, menurut media Israel.
Al-Astal adalah mantan perwira di pasukan keamanan Otoritas Palestina (PA), tetapi dituduh oleh PA dan Hamas bekerja sama dengan Israel pada tahun 1990-an. Laporan media Israel menyebutkan bahwa al-Astal adalah anggota milisi Abu Shabab dan terus berkoordinasi dengan pemimpin Pasukan Rakyat tersebut.
Ia dilaporkan menguasai sebuah desa bernama Qizan an-Najjar di Provinsi Khan Younis di Gaza selatan.
Aktivitas berkelanjutan kelompok-kelompok ini terhadap Hamas dan warga sipil telah memicu rasa keresahan, sebagaimana diungkapkan beberapa orang di Gaza kepada Al Jazeera.
Israel secara luas diakui berada di balik Pasukan Populer, sebuah milisi yang dipimpin oleh Yasser Abu Shabab dari suku Badui Tarabin di Gaza.
Namun, Tarabin telah mengecam Abu Shabab.
Meskipun Israel mengklaim Hamas mencuri bantuan dari rakyat Gaza, terungkap bahwa Pasukan Populer adalah pihak yang menjarah bantuan untuk dijual kembali kepada rakyat Gaza yang kelaparan. Hamas dilaporkan bentrok dengan Pasukan Populer beberapa kali sejak September 2024, menuduh mereka sebagai kolaborator Israel.
Israel juga dilaporkan mendukung sebuah kelompok yang menamakan dirinya Pasukan Serang Melawan Teror, yang dipimpin oleh Hussam al-Astal, seorang anggota klan al-Majida. Kelompok Al-Astal juga bentrok dengan Hamas pada awal Oktober sebelum gencatan senjata diumumkan, menurut media Israel.
Al-Astal adalah mantan perwira di pasukan keamanan Otoritas Palestina (PA), tetapi dituduh oleh PA dan Hamas bekerja sama dengan Israel pada tahun 1990-an. Laporan media Israel menyebutkan bahwa al-Astal adalah anggota milisi Abu Shabab dan terus berkoordinasi dengan pemimpin Pasukan Rakyat tersebut.
Ia dilaporkan menguasai sebuah desa bernama Qizan an-Najjar di Provinsi Khan Younis di Gaza selatan.
Aktivitas berkelanjutan kelompok-kelompok ini terhadap Hamas dan warga sipil telah memicu rasa keresahan, sebagaimana diungkapkan beberapa orang di Gaza kepada Al Jazeera.
(ahm)
Lihat Juga :