Trump Ragu Tony Blair akan Jadi Anggota Dewan Gaza
Senin, 13 Oktober 2025 - 10:02 WIB
loading...
Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan PM Israel Benjamin Netanyahu. Foto/youtube
A
A
A
TEL AVIV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, ketika ditanya tentang keterlibatan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dalam pemerintahan Gaza pascaperang, terdengar ragu apakah politisi Inggris itu akan diterima dengan baik.
Pernyataan itu muncul dalam komentar Trump kepada para wartawan di pesawat Air Force One.
"Pertama, saya ingin tahu apakah Tony akan populer di kalangan semua orang, karena saya tidak tahu pasti," ujar Trump.
"Saya suka Tony, saya selalu suka Tony, tetapi saya ingin tahu apakah dia pilihan yang dapat diterima oleh semua orang," tambahnya.
Blair terdaftar oleh Gedung Putih sebagai anggota dari apa yang disebut "dewan perdamaian" yang akan mengawasi Gaza, tetapi langkah tersebut menuai kritik luas karena peran mantan perdana menteri tersebut dalam invasi AS ke Irak pada tahun 2003.
Trump mengatakan dewan tersebut akan segera dibentuk, tetapi menolak menyebutkan siapa lagi yang akan menjadi anggotanya.
Presiden AS juga menanggapi pertanyaan tentang rencana sebelumnya untuk mengubah Gaza menjadi "Riviera Timur Tengah", dengan mengatakan, "Yah, saya belum tahu tentang Riviera untuk sementara waktu karena kita lihat saja apa yang ada; kita harus mengurus orang-orangnya terlebih dahulu."
Ia menambahkan, "Mereka harus mulai dengan menyingkirkan banyak bangunan yang Anda lihat, yang rata dengan tanah. Itu sudah hancur lebur. Ini seperti lokasi pembongkaran."
Baca juga: Menuju Israel, Trump Tegaskan Perang Gaza Berakhir
Pernyataan itu muncul dalam komentar Trump kepada para wartawan di pesawat Air Force One.
"Pertama, saya ingin tahu apakah Tony akan populer di kalangan semua orang, karena saya tidak tahu pasti," ujar Trump.
"Saya suka Tony, saya selalu suka Tony, tetapi saya ingin tahu apakah dia pilihan yang dapat diterima oleh semua orang," tambahnya.
Blair terdaftar oleh Gedung Putih sebagai anggota dari apa yang disebut "dewan perdamaian" yang akan mengawasi Gaza, tetapi langkah tersebut menuai kritik luas karena peran mantan perdana menteri tersebut dalam invasi AS ke Irak pada tahun 2003.
Trump mengatakan dewan tersebut akan segera dibentuk, tetapi menolak menyebutkan siapa lagi yang akan menjadi anggotanya.
Presiden AS juga menanggapi pertanyaan tentang rencana sebelumnya untuk mengubah Gaza menjadi "Riviera Timur Tengah", dengan mengatakan, "Yah, saya belum tahu tentang Riviera untuk sementara waktu karena kita lihat saja apa yang ada; kita harus mengurus orang-orangnya terlebih dahulu."
Ia menambahkan, "Mereka harus mulai dengan menyingkirkan banyak bangunan yang Anda lihat, yang rata dengan tanah. Itu sudah hancur lebur. Ini seperti lokasi pembongkaran."
Baca juga: Menuju Israel, Trump Tegaskan Perang Gaza Berakhir
(sya)
Lihat Juga :