Tak Akan Lagi Berkuasa di Gaza setelah Gencatan Senjata, Bagaimana Masa Depan Hamas?

Senin, 13 Oktober 2025 - 03:30 WIB
loading...
Tak Akan Lagi Berkuasa...
Hamas tak akan lagi berkuasa di Gaza setelah gencatan senjata. Foto/X
A A A
GAZA - Seorang sumber Hamas yang dekat dengan komite negosiasi kelompok tersebut mengatakan kepada AFP pada hari Minggu bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam pemerintahan Gaza pascaperang. Itu menjadi tanya besar, bagaimana nasib masa depan Hamas setelah gencatan senjata?

Komentar sumber tersebut muncul beberapa hari setelah gencatan senjata Israel-Hamas berlaku, dan ketika kedua belah pihak membahas penerapan rencana 20 poin Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang, yang menyerukan pelucutan senjata Hamas dan agar kelompok tersebut tidak terlibat dalam mengelola Gaza pascaperang.

Tak Akan Lagi Berkuasa di Gaza setelah Gencatan Senjata, Bagaimana Masa Depan Hamas?

1. Tetap Jadi Bagian Struktur Palestina

"Bagi Hamas, tata kelola Jalur Gaza adalah isu tertutup. Hamas tidak akan berpartisipasi sama sekali dalam fase transisi, yang berarti telah melepaskan kendali atas Jalur Gaza, tetapi tetap menjadi bagian fundamental dari struktur Palestina," kata sumber tersebut kepada AFP, yang meminta anonimitas untuk membahas hal-hal sensitif, dilansir Al Arabiya.

Tidak seperti organisasi pejuang lain yang lebih berpengaruh di kawasan tersebut, kepemimpinan Hamas di masa lalu terpecah belah dalam isu-isu kunci, termasuk mengenai pemerintahan Gaza di masa depan.

Baca Juga: Perang Sesama Negara Muslim Memanas, Pakistan Klaim 200 Tentara Taliban Tewas

2. Ada Perbedaan Pendapat Mengenai Perlucutan Senjata

Namun, yang tampaknya tidak ada perpecahan di antara para anggota senior adalah mengenai masalah perlucutan senjata, yang telah lama digambarkan oleh kelompok tersebut sebagai garis merah.

"Hamas menyetujui gencatan senjata jangka panjang, dan senjatanya tidak akan digunakan sama sekali selama periode ini, kecuali jika terjadi serangan Israel terhadap Gaza," kata sumber tersebut.

Seorang pejabat Hamas lain yang meminta anonimitas untuk membahas topik-topik sensitif sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa perlucutan senjata Hamas "tidak mungkin dilakukan."

Klausul pertama dari rencana 20 poin Trump menyerukan agar Gaza menjadi "zona bebas teror yang terderadikalisasi dan tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara tetangganya."

3. Hamas Tak Memiliki Peran di Pemerintahan Gaza Mendatang

Rencana tersebut juga menyatakan Hamas tidak akan memiliki peran dalam pemerintahan Jalur Gaza di masa mendatang, dan bahwa infrastruktur serta persenjataan militernya harus "dihancurkan dan tidak dibangun kembali."

Berdasarkan rencana Trump, sebuah komite Palestina sementara yang bersifat teknokratis dan apolitis akan ditugaskan untuk menjalankan layanan publik sehari-hari.

Sumber yang dekat dengan para negosiator mengatakan mereka telah meminta mediator Mesir untuk mengadakan pertemuan sebelum akhir minggu depan guna menyepakati komposisi komite ini, dan menambahkan bahwa "nama-namanya hampir siap."

"Hamas, bersama dengan faksi-faksi lainnya, telah mengajukan 40 nama. Sama sekali tidak ada hak veto atas nama-nama tersebut, dan tidak satu pun dari nama-nama tersebut berasal dari Hamas," tambahnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Ekstrem! Pasangan Ini...
Ekstrem! Pasangan Ini Panjat Ujung Antena Empire State Building New York untuk Lamaran
Rekomendasi
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga dan KKP Perkuat Penyediaan Energi bagi Nelayan
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Langgar Gencatan Senjata,...
Langgar Gencatan Senjata, Israel Gelar Serangan Udara di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved