Hentikan Invasi AS Ke Venezuela, Maduro Tawarkan Konsensi Eksplorasi Minyak

Minggu, 12 Oktober 2025 - 02:20 WIB
loading...
Hentikan Invasi AS Ke...
Presiden Nicolas Maduro tawarkan konsensi eksplorasi minyak kepada AS. Foto/X
A A A
CARACAS - Venezuela menawarkan konsesi ekonomi besar-besaran kepada AS – termasuk potensi kesepakatan yang memungkinkan perusahaan-perusahaan Amerika mengambil saham mayoritas di sektor minyaknya – dalam perundingan rahasia yang berlangsung selama berbulan-bulan. Itu dilaporkan New York Times mengutip sumber.

Namun, Washington dikabarkan telah menolak kesepakatan tersebut, dengan masa depan politik Presiden Nicolas Maduro menjadi poin utama yang diperdebatkan.

Selama beberapa minggu terakhir, Washington telah melancarkan serangan di lepas pantai Venezuela terhadap apa yang disebutnya "kapal-kapal narkoba," menewaskan lebih dari dua lusin orang dan memperluas kehadiran militernya di wilayah tersebut. Para pejabat AS menuduh Maduro memiliki hubungan dengan jaringan narkotika – sebuah tuduhan yang dibantahnya.

Caracas menuduh Washington mengupayakan perubahan rezim, tuduhan yang dibantah oleh para pejabat AS.

Namun, pejabat Amerika dan Venezuela yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada NYT bahwa di balik permusuhan publik tersebut, Caracas mengajukan tawaran diplomatik yang luas kepada Washington.

Tawaran tersebut dilaporkan mencakup proposal untuk membuka semua proyek minyak dan emas yang ada dan yang akan datang bagi perusahaan-perusahaan Amerika, memberikan kontrak preferensial kepada perusahaan-perusahaan AS, mengalihkan ekspor minyak Venezuela dari Tiongkok ke AS, dan mengurangi kesepakatan energi dan pertambangan dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok, Iran, dan Rusia.

BacaJuga: 3 Alasan Presiden Macron Kembali Menunjuk Lecornu sebagai PM
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Evaluasi untuk Wujudkan Harapan Warga
Pelatih Korea Selatan...
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Berita Terkini
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved