Trump Ungkap Pertukaran Tawanan akan Dilakukan pada Hari Senin
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 06:45 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A
A
A
WASHINGTON - Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat (AS) telah mengonfirmasi bahwa tawanan Israel yang ditahan di Gaza akan dibebaskan pada hari Senin (13/10/2025).
Ditanya tentang posisi kesepakatan mengenai rencana gencatan senjata saat ini, Trump mengatakan, “Ada konsensus mengenai sebagian besar hal dan beberapa detailnya, seperti hal lainnya, akan dirumuskan, karena Anda akan menyadari bahwa ketika Anda duduk di ruangan yang indah di Mesir, Anda tahu, mudah untuk merumuskan sesuatu. Namun terkadang hal itu tidak berhasil dari sudut pandang praktis.”
Trump juga menyebutkan ada 28 jenazah tawanan Israel yang akan dievakuasi dan mengonfirmasi ia akan melakukan perjalanan ke Kairo dan kemudian berbicara di Knesset Israel sebelum kembali ke AS.
Sementara itu, Israel dianggap gagal mencapai tujuan pembersihan etnis Palestina dari seluruh Gaza.
Hal itu menurut Forensic Architecture, kelompok riset di Goldsmiths, Universitas London, yang telah mendokumentasikan kehancuran akibat serangan Israel selama dua tahun di Gaza.
"Israel telah menduduki Gaza Utara, Rafah, dan Khan Younis secara berturut-turut, menutup wilayah-wilayah tersebut, dan meratakannya dengan tanah," ungkap kelompok itu dalam postingan.
Kelompok itu menegaskan, "Gencatan senjata apa pun harus melindungi sisa-sisa Kota Gaza, dan membongkar koridor militer agar warga Palestina dapat kembali ke tanah mereka. Tanpa dukungan untuk rekonstruksi yang dipimpin Palestina, genosida akan terus berlanjut."
Baca juga: Ribuan Warga Palestina Memulai Perjalanan Pulang Seiring Gencatan Senjata Gaza
Ditanya tentang posisi kesepakatan mengenai rencana gencatan senjata saat ini, Trump mengatakan, “Ada konsensus mengenai sebagian besar hal dan beberapa detailnya, seperti hal lainnya, akan dirumuskan, karena Anda akan menyadari bahwa ketika Anda duduk di ruangan yang indah di Mesir, Anda tahu, mudah untuk merumuskan sesuatu. Namun terkadang hal itu tidak berhasil dari sudut pandang praktis.”
Trump juga menyebutkan ada 28 jenazah tawanan Israel yang akan dievakuasi dan mengonfirmasi ia akan melakukan perjalanan ke Kairo dan kemudian berbicara di Knesset Israel sebelum kembali ke AS.
Sementara itu, Israel dianggap gagal mencapai tujuan pembersihan etnis Palestina dari seluruh Gaza.
Hal itu menurut Forensic Architecture, kelompok riset di Goldsmiths, Universitas London, yang telah mendokumentasikan kehancuran akibat serangan Israel selama dua tahun di Gaza.
"Israel telah menduduki Gaza Utara, Rafah, dan Khan Younis secara berturut-turut, menutup wilayah-wilayah tersebut, dan meratakannya dengan tanah," ungkap kelompok itu dalam postingan.
Kelompok itu menegaskan, "Gencatan senjata apa pun harus melindungi sisa-sisa Kota Gaza, dan membongkar koridor militer agar warga Palestina dapat kembali ke tanah mereka. Tanpa dukungan untuk rekonstruksi yang dipimpin Palestina, genosida akan terus berlanjut."
Baca juga: Ribuan Warga Palestina Memulai Perjalanan Pulang Seiring Gencatan Senjata Gaza
(sya)
Lihat Juga :