Israel Gempur Gaza Setelah Ratifikasi Perjanjian Gencatan Senjata

Jum'at, 10 Oktober 2025 - 16:19 WIB
loading...
A A A
Juga masih belum jelas apakah kelanjutan gencatan senjata bergantung pada kesepakatan mengenai tahapan-tahapan selanjutnya.

Perang di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, menyusul serangan mendadak yang dipimpin Hamas terhadap Israel.

Hamas menyebut pendudukan Israel selama puluhan tahun, meningkatnya pelanggaran di Masjid Al-Aqsa, blokade Gaza yang melumpuhkan, dan perlakuan buruk terhadap tahanan Palestina sebagai alasan utama serangannya.

Komando selatan tentara Israel—yang ditempatkan di sepanjang perbatasan Gaza dan bertugas memantau warga Palestina, menegakkan blokade, dan secara rutin mengebom daerah kantong tersebut—kosong pada jam-jam awal serangan Hamas, yang mengakibatkan kekacauan yang meluas.

Pejuang Palestina menewaskan 1.180 orang dalam serangan tersebut, dengan lebih dari 700 kematian tambahan dilaporkan dalam pertempuran sejak saat itu. Hampir setengah dari total korban tewas Israel adalah warga sipil, sementara sisanya adalah tentara.

Sebagai tanggapan, Israel melancarkan kampanye pengeboman tanpa henti di Jalur Gaza, diikuti invasi darat yang menghancurkan selama dua tahun, disertai dengan pengepungan ketat terhadap penduduk.

Sejak itu, pasukan Israel telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina, lebih dari 80% di antaranya diyakini warga sipil, menurut data yang bocor dari militer Israel.

Serangan itu juga menyebabkan kelaparan yang meluas dan menyebabkan kehancuran atau kerusakan hampir setiap bangunan yang berdiri di Gaza—termasuk rumah, rumah sakit, sekolah, masjid, dan gereja.

Banyak badan internasional, pakar PBB, dan negara telah mengklasifikasikan tindakan Israel sebagai tindakan genosida terhadap rakyat Palestina.

Baca juga: Hamas Umumkan Perang Melawan Israel di Gaza Telah Berakhir
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved