Tahanan Terkenal Palestina Marwan Barghouti Tak Masuk Daftar yang Dibebaskan Israel
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 07:48 WIB
loading...
Marwan Barghouti, tahanan terkenal Palestina, tak masuk daftar yang dibebaskan Israel. Foto/Anadolu
A
A
A
TEL AVIV - Rezim Zionis Israel menegaskan tahanan terkenal Palestina, Marwan Barghouti, tidak akan dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dicapai oleh Israel dan Hamas.
Kesepakatan itu memang mencakup pembebasan ribuan tahanan Palestina dan pembebasan puluhan sandera Israel, namun nama Barghouti tidak masuk daftar.
Ketika ditanya oleh seorang jurnalis apakah Israel telah setuju untuk membebaskan Barghouti, juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian, mengatakan dalam sebuah pengarahan bahwa: "Saya dapat memberi tahu Anda saat ini bahwa dia tidak akan menjadi bagian dari pembebasan ini."
Baca Juga: Rakyat Palestina Rayakan Gencatan Senjata Israel-Hamas di Gaza, tapi Juga Berduka
Barghouti, tokoh terkenal faksi Fatah—rival Hamas, termasuk di antara tahanan Palestina yang ingin dibebaskan Hamas sebagai bagian dari kesepakatan Gaza, menurut media pemerintah Mesir.
Menurut laporan AFP, Jumat (10/10/2025), Marwan Barghouti dipandang oleh banyak warga Palestina sebagai calon presiden masa depan.
Barghouti memulai aktivitas politiknya pada usia 15 tahun di gerakan Fatah pimpinan Yasser Arafat dan terpilih menjadi anggota Dewan Legislatif Palestina pada tahun 1996.
Dia ditangkap pada tahun 2002 dalam "Operation Defensive Shield" Israel. Dia menjalani lima hukuman seumur hidup ditambah 40 tahun penjara atas serangan yang menewaskan warga Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah secara terbuka menyatakan bahwa "simbol-simbol terorisme, yang dipimpin oleh Barghouti" tidak akan dimasukkan dalam tahap apa pun dari kesepakatan pertukaran tahanan.
Sementara itu, sumber Al Arabiya mengungkapkan detail baru pada hari Kamis tentang fase pertama perjanjian gencatan senjata Gaza yang ditengahi Amerika Serikat antara Hamas dan Israel, termasuk langkah-langkah keamanan dan kemanusiaan utama.
Menurut sumber tersebut, penyeberangan Rafah akan dibuka kembali dalam 72 jam setelah pengumuman resmi gencatan senjata.
Persiapan juga sedang dilakukan untuk mendatangkan peralatan berat guna membersihkan puing-puing dan mengevakuasi jenazah atau sisa-sisa sandera Israel yang meninggal di Jalur Gaza.
Sumber tersebut menambahkan bahwa Israel akan mulai menarik diri dari sisi perbatasan Palestina mulai Kamis malam sebagai bagian dari langkah-langkah implementasi awal.
Diskusi sedang berlangsung untuk menentukan pihak mana yang akan mengelola penyeberangan Rafah dari sisi Palestina, di tengah upaya untuk memastikan operasi yang aman dan terkoordinasi.
Sumber Al Arabiya juga mengatakan bahwa satuan tugas militer gabungan—yang terdiri dari Mesir, Amerika Serikat, Israel, Qatar, dan Turki—sedang dibentuk untuk mencari jenazah para sandera yang diyakini terkubur di bawah reruntuhan di Gaza.
Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas resmi berlaku di Gaza pada hari Kamis waktu setempat, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan telah dicapai antara pihak-pihak yang bertikai.
Kesepakatan itu memang mencakup pembebasan ribuan tahanan Palestina dan pembebasan puluhan sandera Israel, namun nama Barghouti tidak masuk daftar.
Ketika ditanya oleh seorang jurnalis apakah Israel telah setuju untuk membebaskan Barghouti, juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian, mengatakan dalam sebuah pengarahan bahwa: "Saya dapat memberi tahu Anda saat ini bahwa dia tidak akan menjadi bagian dari pembebasan ini."
Baca Juga: Rakyat Palestina Rayakan Gencatan Senjata Israel-Hamas di Gaza, tapi Juga Berduka
Barghouti, tokoh terkenal faksi Fatah—rival Hamas, termasuk di antara tahanan Palestina yang ingin dibebaskan Hamas sebagai bagian dari kesepakatan Gaza, menurut media pemerintah Mesir.
Menurut laporan AFP, Jumat (10/10/2025), Marwan Barghouti dipandang oleh banyak warga Palestina sebagai calon presiden masa depan.
Barghouti memulai aktivitas politiknya pada usia 15 tahun di gerakan Fatah pimpinan Yasser Arafat dan terpilih menjadi anggota Dewan Legislatif Palestina pada tahun 1996.
Dia ditangkap pada tahun 2002 dalam "Operation Defensive Shield" Israel. Dia menjalani lima hukuman seumur hidup ditambah 40 tahun penjara atas serangan yang menewaskan warga Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah secara terbuka menyatakan bahwa "simbol-simbol terorisme, yang dipimpin oleh Barghouti" tidak akan dimasukkan dalam tahap apa pun dari kesepakatan pertukaran tahanan.
Israel Akan Mulai Tarik Pasukan dari Gaza
Sementara itu, sumber Al Arabiya mengungkapkan detail baru pada hari Kamis tentang fase pertama perjanjian gencatan senjata Gaza yang ditengahi Amerika Serikat antara Hamas dan Israel, termasuk langkah-langkah keamanan dan kemanusiaan utama.
Menurut sumber tersebut, penyeberangan Rafah akan dibuka kembali dalam 72 jam setelah pengumuman resmi gencatan senjata.
Persiapan juga sedang dilakukan untuk mendatangkan peralatan berat guna membersihkan puing-puing dan mengevakuasi jenazah atau sisa-sisa sandera Israel yang meninggal di Jalur Gaza.
Sumber tersebut menambahkan bahwa Israel akan mulai menarik diri dari sisi perbatasan Palestina mulai Kamis malam sebagai bagian dari langkah-langkah implementasi awal.
Diskusi sedang berlangsung untuk menentukan pihak mana yang akan mengelola penyeberangan Rafah dari sisi Palestina, di tengah upaya untuk memastikan operasi yang aman dan terkoordinasi.
Sumber Al Arabiya juga mengatakan bahwa satuan tugas militer gabungan—yang terdiri dari Mesir, Amerika Serikat, Israel, Qatar, dan Turki—sedang dibentuk untuk mencari jenazah para sandera yang diyakini terkubur di bawah reruntuhan di Gaza.
Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas resmi berlaku di Gaza pada hari Kamis waktu setempat, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan telah dicapai antara pihak-pihak yang bertikai.
(mas)
Lihat Juga :