Bocoran Dokumen Moskow Ungkap Negara Ini Pembeli Pertama Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia
Kamis, 09 Oktober 2025 - 13:16 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 2025, sebuah pesawat pengebom tempur Su-34M berkonfigurasi ekspor, yang dicat dengan pola kamuflase khas, terlihat di Bandara Zhukovsky dekat Moskow. Hal ini memicu spekulasi bahwa jet-jet tersebut kemungkinan sedang menjalani uji terbang sebelum dikirim ke Aljazair.
Namun, pemberitahuan mengenai pengiriman belum dibuat, dan laporan menunjukkan bahwa pengiriman tertunda karena permintaan domestik setelah pecahnya perang Rusia-Ukraina.
Pengiriman Su-34 akan memungkinkan Aljazair untuk mengganti armada Su-24 yang menua, memperkuat kemampuan tempurnya, mengubah keseimbangan kekuatan regional secara signifikan, dan meningkatkan pengaruhnya.
Selain pesawat-pesawat ini, Angkatan Udara Aljazair juga mengoperasikan Su-30MKA, Su-24 Fencer, MiG-29, Yak-130, dan berbagai helikopter militer buatan Rusia—menjadikannya salah satu operator pesawat tempur Rusia terbesar di Afrika Utara.
Aljazir juga diyakini telah mengakuisisi Su-35S, seperti yang terlihat di Pangkalan Udara Ain Beida/Oum el Bouaghi dalam citra satelit yang diperoleh oleh Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS), sebuah lembaga kajian yang berbasis di Inggris.
Pemerintah Rusia maupun Rostec tidak berkomentar atas bocoran dokumen tersebut.
Namun, pemberitahuan mengenai pengiriman belum dibuat, dan laporan menunjukkan bahwa pengiriman tertunda karena permintaan domestik setelah pecahnya perang Rusia-Ukraina.
Pengiriman Su-34 akan memungkinkan Aljazair untuk mengganti armada Su-24 yang menua, memperkuat kemampuan tempurnya, mengubah keseimbangan kekuatan regional secara signifikan, dan meningkatkan pengaruhnya.
Selain pesawat-pesawat ini, Angkatan Udara Aljazair juga mengoperasikan Su-30MKA, Su-24 Fencer, MiG-29, Yak-130, dan berbagai helikopter militer buatan Rusia—menjadikannya salah satu operator pesawat tempur Rusia terbesar di Afrika Utara.
Aljazir juga diyakini telah mengakuisisi Su-35S, seperti yang terlihat di Pangkalan Udara Ain Beida/Oum el Bouaghi dalam citra satelit yang diperoleh oleh Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS), sebuah lembaga kajian yang berbasis di Inggris.
Pemerintah Rusia maupun Rostec tidak berkomentar atas bocoran dokumen tersebut.
(mas)
Lihat Juga :