Ukraina Klaim Rudal Tomahawk AS Bisa Tekan Rusia untuk Berdamai

Kamis, 09 Oktober 2025 - 06:56 WIB
loading...
Ukraina Klaim Rudal...
Ukraina klaim rudal jelajah Tomahawk Amerika Serikat bisa menekan Rusia untuk menyetujui perundingan damai. Foto/APDR
A A A
KYIV - Ukraina dapat menggunakan rudal Tomahawk Amerika Serikat (AS) untuk menekan Rusia agar menyetujui kesepakatan damai. Demikian klaim seorang pejabat Kyiv.

Yehor Cherniev, Wakil Ketua Komite Keamanan Nasional, Pertahanan, dan Intelijen Parlemen Ukraina, mengatakan Moskow dapat ditekan untuk berdamai jika Kyiv melancarkan serangan rudal Amerika itu terhadap target-target di dalam wilayah Rusia.

Dia menyaarkan senjata tersebut dikerahkan secara bertahap, dengan satu skenario di mana misil-misil itu tidak akan ditembakkan sama sekali, atau hanya digunakan terhadap target-target dengan jangkauan yang sempit.

Baca Juga: Trump Bakal Nekat Pasok Rudal Tomahawk AS ke Ukraina, Rusia Bisa Diinvasi Balik

“Pertama, mereka [Washington] akan memberi kami roket, tetapi hanya beberapa buah, atau beberapa lusin, tetapi mereka tidak akan mengizinkan kami untuk menembakkannya sekaligus dan kami akan melihat reaksi Kremlin,” ujarnya, seperti dikutip dari The Telegraph, Kamis (9/10/2025).

"Jika Rusia tidak merespons, batasnya akan bertambah, memungkinkan serangan di perbatasan Rusia," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyerukan semua pembatasan atas penggunaan rudal Tomahawk dicabut. “Kecuali mungkin serangan terhadap Kremlin dan langsung terhadap [Presiden Rusia Vladimir] Putin," ujarnya. "Untuk mendorong Moskow ke arah perundingan."

“Seluruh epik ini mungkin akan memakan waktu setidaknya beberapa bulan. Tapi ini sudah merupakan tekanan yang nyata,” imbuh dia.

Bulan lalu, Washington pertama kali mengisyaratkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk memasok rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina.

Senjata tersebut, yang masing-masing berharga sekitar USD1,3 juta dan memiliki jangkauan 2.500 km (1.550 mil), dapat menjangkau target-target jauh di dalam Rusia, termasuk Moskow.

Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa dia telah membuat keputusan mengenai masalah ini, tetapi menambahkan, "Saya tidak ingin melihat eskalasi."

Sedangkan Putin memperingatkan pekan lalu bahwa pengiriman rudal Tomahawk ke Ukraina akan mengakibatkan kehancuran hubungan AS-Rusia.

Pemimpin Rusia tersebut juga menekankan bahwa pasukan Ukraina tidak akan mampu mengoperasikan sistem tersebut tanpa partisipasi langsung personel militer Amerika. "Pengiriman tersebut tidak akan mengubah keseimbangan kekuatan di medan perang," kata Putin.

Putin mengingat pengiriman rudal jarak jauh ATACMS Amerika sebelumnya ke Ukraina, yang menurutnya pada awalnya menyebabkan beberapa kerusakan, tetapi pada akhirnya, sistem pertahanan udara Rusia beradaptasi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved