Rombongan Presiden Ekuador Dilempari Batu oleh Masyarakat Adat
Rabu, 08 Oktober 2025 - 21:09 WIB
loading...
A
A
A
Kerusuhan ini menyusul reformasi ekonomi dan keamanan Noboa yang bertujuan untuk menstabilkan Ekuador dan mengekang perdagangan narkoba.
Pemerintahnya baru-baru ini mengakhiri subsidi bahan bakar yang telah berlangsung puluhan tahun, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut akan memangkas pengeluaran dan mengalihkan dana ke program-program sosial. Namun, para kritikus berpendapat bahwa tindakan tersebut merugikan keluarga berpenghasilan rendah dan masyarakat adat.
Konfederasi Masyarakat Adat Ekuador (CONAIE), organisasi masyarakat adat utama di negara itu, melancarkan aksi mogok kerja terkait pemotongan subsidi dan memimpin protes selama berminggu-minggu, memblokir jalan, dan bentrok dengan polisi. Pihak berwenang mengklaim bahwa "kelompok teroris" menyusup ke dalam demonstrasi, yang memicu status darurat di sepuluh provinsi akibat "kerusuhan internal yang serius" akhir pekan lalu.
Melansir RT, CONAIE mengakui adanya hubungan dengan insiden konvoi tersebut, menulis di kolom X bahwa "lima dari kami telah ditahan secara sewenang-wenang." Namun, kelompok tersebut membantah adanya rencana pembunuhan, dan malah menuduh pemerintah melakukan "tindakan brutal polisi dan militer" terhadap para demonstran.
Pemerintahnya baru-baru ini mengakhiri subsidi bahan bakar yang telah berlangsung puluhan tahun, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut akan memangkas pengeluaran dan mengalihkan dana ke program-program sosial. Namun, para kritikus berpendapat bahwa tindakan tersebut merugikan keluarga berpenghasilan rendah dan masyarakat adat.
Konfederasi Masyarakat Adat Ekuador (CONAIE), organisasi masyarakat adat utama di negara itu, melancarkan aksi mogok kerja terkait pemotongan subsidi dan memimpin protes selama berminggu-minggu, memblokir jalan, dan bentrok dengan polisi. Pihak berwenang mengklaim bahwa "kelompok teroris" menyusup ke dalam demonstrasi, yang memicu status darurat di sepuluh provinsi akibat "kerusuhan internal yang serius" akhir pekan lalu.
Melansir RT, CONAIE mengakui adanya hubungan dengan insiden konvoi tersebut, menulis di kolom X bahwa "lima dari kami telah ditahan secara sewenang-wenang." Namun, kelompok tersebut membantah adanya rencana pembunuhan, dan malah menuduh pemerintah melakukan "tindakan brutal polisi dan militer" terhadap para demonstran.
(ahm)
Lihat Juga :