AS Habiskan Rp547 Triliun untuk Bantu Israel Hancurkan Gaza
Kamis, 09 Oktober 2025 - 01:10 WIB
loading...
A
A
A
Antara tahun 2020 dan 2024, kontraktor swasta menerima kontrak Pentagon senilai USD2,4 triliun — sekitar 54% dari anggaran diskresioner Departemen Perang sebesar USD4,4 triliun.
Studi ini menyoroti pengaruh politik industri senjata yang luas, dengan menyebutkan lobi, kontribusi kampanye, "pintu putar" antara pemerintah dan perusahaan pertahanan, serta pendanaan untuk lembaga pemikir dan komite penasihat.
Laporan ini juga menyoroti isu-isu sistemik yang lebih luas dalam aparat pertahanan AS. Selama perang di Afghanistan (2001–2021), 24% anggota militer perempuan dan 1,9% laki-laki melaporkan mengalami kekerasan seksual.
Laporan tersebut memperingatkan tentang hubungan yang semakin erat antara kompleks industri-militer dan Lembah Silikon, seiring dengan meningkatnya porsi pengeluaran Pentagon yang mengalir ke perusahaan-perusahaan teknologi besar.
Selain itu, Departemen Perang AS tetap menjadi salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, yang secara langsung menghubungkan perang dengan perubahan iklim.
Laporan tersebut menyimpulkan bahwa rakyat Amerika "dibanjiri produk budaya yang mempromosikan militerisme," mulai dari film hingga acara olahraga, yang "menormalkan perang dan mengurangi refleksi tentang pilihan kebijakan AS dan konsekuensinya."
Studi ini menyoroti pengaruh politik industri senjata yang luas, dengan menyebutkan lobi, kontribusi kampanye, "pintu putar" antara pemerintah dan perusahaan pertahanan, serta pendanaan untuk lembaga pemikir dan komite penasihat.
Laporan ini juga menyoroti isu-isu sistemik yang lebih luas dalam aparat pertahanan AS. Selama perang di Afghanistan (2001–2021), 24% anggota militer perempuan dan 1,9% laki-laki melaporkan mengalami kekerasan seksual.
Laporan tersebut memperingatkan tentang hubungan yang semakin erat antara kompleks industri-militer dan Lembah Silikon, seiring dengan meningkatnya porsi pengeluaran Pentagon yang mengalir ke perusahaan-perusahaan teknologi besar.
Selain itu, Departemen Perang AS tetap menjadi salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, yang secara langsung menghubungkan perang dengan perubahan iklim.
Laporan tersebut menyimpulkan bahwa rakyat Amerika "dibanjiri produk budaya yang mempromosikan militerisme," mulai dari film hingga acara olahraga, yang "menormalkan perang dan mengurangi refleksi tentang pilihan kebijakan AS dan konsekuensinya."
Lihat Juga :