Kesaksian Aktivis Bantuan Gaza Disiksa Pasukan Israel: Barang Dicuri hingga Dicegah Salat
Senin, 06 Oktober 2025 - 10:21 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan aktivis bernama Mesut Cakar mengatakan setelah ditahan dan tiba di pelabuhan, dia dan rekan-rekannya dipaksa menunggu sekitar satu jam dalam posisi borgol terbalik, dengan kepala di atas aspal panas.
Dia mengatakan bahwa saat mereka menunggu, temannya dari kapal, Mustafa Cakmakci, mengalami patah lengan.
"Mereka tidak memperlakukan warga negara Eropa di sana dengan cara seperti itu. Mereka hanya menunjukkan perilaku yang memalukan terhadap warga negara Turki. Mereka mencuri beberapa barang pribadi saya," kata Cakar.
Menurutnya, para aktivis diangkut dalam ruang sempit seperti kandang dengan kendaraan polisi selama dua jam sebelum dibawa ke penjara Israel, di mana mereka ditahan di area serupa selama dua hingga tiga jam, tidak diberi air, dan dipaksa minum dari keran toilet selama tiga hari penahanan mereka.
Dia mengatakan pasukan Israel menginterogasi dan menyerang seorang warga negara Australia.
"Dua aktivis penderita asma kesulitan bernapas. Mereka tidak diberi obat apa pun. Mereka juga membangunkan kami setiap dua jam dan memindahkan kami ke lokasi berbeda di penjara," kata Cakar.
Menurutnya, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengunjungi penjara tersebut, setelah itu para petugas memisahkan para aktivis ke dalam kandang dan sel, dan sering memindahkan mereka ke area lain.
Mereka tertawa sambil merokok di depan para aktivis dan mengambil foto serta video, imbuh dia.
Dia mengatakan bahwa saat mereka menunggu, temannya dari kapal, Mustafa Cakmakci, mengalami patah lengan.
"Mereka tidak memperlakukan warga negara Eropa di sana dengan cara seperti itu. Mereka hanya menunjukkan perilaku yang memalukan terhadap warga negara Turki. Mereka mencuri beberapa barang pribadi saya," kata Cakar.
Menurutnya, para aktivis diangkut dalam ruang sempit seperti kandang dengan kendaraan polisi selama dua jam sebelum dibawa ke penjara Israel, di mana mereka ditahan di area serupa selama dua hingga tiga jam, tidak diberi air, dan dipaksa minum dari keran toilet selama tiga hari penahanan mereka.
Dia mengatakan pasukan Israel menginterogasi dan menyerang seorang warga negara Australia.
"Dua aktivis penderita asma kesulitan bernapas. Mereka tidak diberi obat apa pun. Mereka juga membangunkan kami setiap dua jam dan memindahkan kami ke lokasi berbeda di penjara," kata Cakar.
Menurutnya, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengunjungi penjara tersebut, setelah itu para petugas memisahkan para aktivis ke dalam kandang dan sel, dan sering memindahkan mereka ke area lain.
Mereka tertawa sambil merokok di depan para aktivis dan mengambil foto serta video, imbuh dia.
(mas)
Lihat Juga :