China: AS 'Raja' Serangan Siber di Dunia
Minggu, 13 September 2020 - 10:23 WIB
loading...
China bantah lakukan peretasan terhadap tim kampanye capres AS. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BEIJING - Satu per satu negara yang disebut Microsoft mencoba meretas tim kampanye calon presiden Amerika Serikat (AS) mengeluarkan bantahan. Setelah Iran dan Rusia, kini giliran China mengeluarkan bantahan atas tudingan tersebut.
"Microsoft seharusnya tidak membuat segalanya dari ketiadaan, dan tidak boleh menyeret China ke dalam ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, seperti dikutip dari CNN, Minggu (13/9/2020).
Zhao menegaskan kembali posisi lama China pada pemilu AS sembari menambahkan: "Pemilu AS adalah urusan internalnya. Kami tidak memiliki kepentingan dan tidak pernah ikut campur."
Zhao mengatakan kepada wartawan bahwa AS adalah "pelaku serangan siber terbesar di dunia." Ia juga mengklaim bahwa perusahaan AS diketahui telah memasang teknologi pada produknya untuk mengumpulkan data pribadi atas nama badan intelijen AS.
Diwartakan sebelumnya, Microsoft menyebut peretas dari China, Rusia dan Iran menjadikan tim kampanye presiden incumbent AS Donald Trump dan lawannya dari Partai Demokrat sebagai sasaran serangan siber. (Baca: Tim Kampanye Biden dan Trump Jadi Target Hacker Tiga Negara )
"Microsoft seharusnya tidak membuat segalanya dari ketiadaan, dan tidak boleh menyeret China ke dalam ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, seperti dikutip dari CNN, Minggu (13/9/2020).
Zhao menegaskan kembali posisi lama China pada pemilu AS sembari menambahkan: "Pemilu AS adalah urusan internalnya. Kami tidak memiliki kepentingan dan tidak pernah ikut campur."
Zhao mengatakan kepada wartawan bahwa AS adalah "pelaku serangan siber terbesar di dunia." Ia juga mengklaim bahwa perusahaan AS diketahui telah memasang teknologi pada produknya untuk mengumpulkan data pribadi atas nama badan intelijen AS.
Diwartakan sebelumnya, Microsoft menyebut peretas dari China, Rusia dan Iran menjadikan tim kampanye presiden incumbent AS Donald Trump dan lawannya dari Partai Demokrat sebagai sasaran serangan siber. (Baca: Tim Kampanye Biden dan Trump Jadi Target Hacker Tiga Negara )
Lihat Juga :