Hamas Akan Akhiri Perang Gaza, PM Israel Netanyahu Kini Berstatus Pecundang

Sabtu, 04 Oktober 2025 - 21:16 WIB
loading...
Hamas Akan Akhiri Perang...
PM Israel Benjamin Netanyahu berstatus sebagai pecundang. Foto/X
A A A
GAZA - Israel telah menjadi beban, tidak hanya bagi "musuh dan kritikus tradisionalnya, tetapi juga bagi teman-teman dekatnya", termasuk Trump dan AS. Itu diungkapkan kata Ori Goldberg, seorang analis politik Israel.

"Tidak akan ada yang berani mengatakan ini, tetapi keputusan Trump yang tiba-tiba untuk mengartikan balasan Hamas sebagai kesediaan untuk berdamai, saya pikir, menunjukkan bahwa ketika ia memandang Netanyahu, ketika ia memandang Israel, ia melihat sebuah beban. Ia melihat, dalam bahasa Trump yang umum, seorang pecundang," ujar Goldberg kepada Al Jazeera, berbicara dari Tel Aviv.

Israel tidak menduga hal ini, karena telah terbiasa dengan "siklus genosida dan pembersihan etnis yang tak berujung" sehingga tidak dapat mengakui adanya unsur-unsur lain di luar serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, tambahnya.

"Lihatlah perbedaan antara armada pertama yang mencoba berlayar ke Gaza dan armada Sumud, serta respons terhadap tindakan Israel terhadap armada [kedua] ini di seluruh dunia. Tidak ada yang sama seperti sebelumnya, dan Israel pagi ini sama sendiriannya seperti sebelumnya, saya rasa, selama dua tahun terakhir," kata Goldberg.

Namun, Netanyahu memiliki insentif untuk menindaklanjuti rencana Trump, ujarnya.

"Jika pemilihan umum cepat diadakan di Israel, ia seharusnya menjadi perdana menteri yang berperang dalam perang sulit yang tak terelakkan, tetapi juga mampu menandatangani kesepakatan sulit yang tak terelakkan," kata Goldberg.

Sementara itu, Sami Al-Arian, seorang profesor urusan publik, mengatakan ada harapan bahwa rencana Trump dapat mengakhiri perang.

Baca Juga: Seorang Drummer dan Penggemar Heavy Metal Akan PM Jepang Perempuan Pertama, Siapa Dia?

"Saya pikir itu akan bergantung pada bagaimana Trump akan menangani masalah penarikan tentara Israel dari Gaza dan masalah pembebasan tawanan," kata Al-Arian, direktur Pusat Islam dan Urusan Global (CIGA) di Universitas Zaim Istanbul.

"Saya yakin perlawanan – Hamas dan faksi-faksi lainnya – telah memutuskan bahwa mereka ingin melakukan yang terbaik untuk mengakhiri ini," katanya, seraya menambahkan bahwa jika Trump serius ingin mengakhiri perang, ada jalan ke arah itu melalui rencananya.

Al-Arian mengatakan rencana Presiden Trump mencakup sebagian besar topik utama negosiasi mengenai Gaza – seperti pertukaran tahanan Palestina dan tawanan Israel sebagai imbalan untuk mengakhiri perang, penarikan tentara Israel, serta pengembalian bantuan ke Gaza dan rekonstruksi wilayah kantong tersebut.

Ia menekankan bahwa bagian tentang penarikan militer Israel "sangat samar" dan merupakan poin diskusi utama dalam negosiasi, sebagai pengingat bahwa sebagian besar perundingan sebelumnya gagal karena elemen ini.

"Trump juga memasukkan bagian tentang masa depan Gaza dalam rencananya," kata Al-Arian, seraya menambahkan bahwa Hamas membebaskan dirinya dari menyampaikan pendapat tentang masa depan Gaza dengan mengatakan bahwa itu harus menjadi keputusan kolektif Palestina.

"Yang mengejutkan adalah Trump menerima keputusan ini, dan saya akan mengatakan bahwa dia tahu apa yang dia lakukan."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
Berita Terkini
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved