Seorang Drummer dan Penggemar Heavy Metal Akan PM Jepang Perempuan Pertama, Siapa Dia?

Sabtu, 04 Oktober 2025 - 15:20 WIB
loading...
A A A
Sebagai seorang drummer dan penggemar heavy metal, Takaichi sendiri tidak asing dengan menciptakan kebisingan.

Posisi nasionalisnya—seperti kunjungan rutinnya ke kuil Yasukuni untuk mengenang para korban perang Jepang, yang dipandang oleh beberapa negara tetangga Asia sebagai simbol militerisme masa lalunya—dapat membuat Korea Selatan dan Tiongkok gusar.

Ia juga mendukung revisi konstitusi pasifis Jepang pascaperang dan tahun ini mengusulkan agar Jepang dapat membentuk "aliansi kuasi-keamanan" dengan Taiwan, pulau yang diperintah secara demokratis yang diklaim oleh China.

Jika terpilih, Takaichi mengatakan ia akan bepergian ke luar negeri lebih sering daripada pendahulunya untuk menyebarkan pesan bahwa "Jepang Kembali!"

Takaichi adalah seorang polisi di kampung halamannya, Nara, di Jepang bagian barat, dan ayahnya bekerja di industri otomotif penting Jepang.

Dalam pidato kunci bulan lalu, ia mengeluh tentang turis yang menendang rusa suci yang berkeliaran di Taman Nara, dan berjanji untuk menindak orang asing yang berperilaku buruk - sebuah isu yang telah menjadi bahan olok-olokan bagi beberapa pemilih di tengah jumlah migran dan turis meningkat.

Takaichi lulus dari Universitas Kobe dengan gelar manajemen bisnis sebelum bekerja sebagai anggota kongres di Kongres AS, menurut situs webnya.

Ia terjun ke dunia politik Jepang dengan memenangkan kursi majelis rendah pada tahun 1993 sebagai kandidat independen, sebelum bergabung dengan LDP pada tahun 1996.

Ia menentang pernikahan sesama jenis dan mengizinkan pasangan menikah untuk memiliki nama keluarga terpisah, sebuah isu yang mendapat dukungan publik luas di Jepang tetapi menghadapi pertentangan keras di kalangan konservatif.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Berita Terkini
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved