PM Malaysia Tak Setuju Sebagian Besar Rencana AS, tapi Prioritasnya Nyawa Warga Palestina

Sabtu, 04 Oktober 2025 - 11:29 WIB
loading...
PM Malaysia Tak Setuju...
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim. Foto/anadolu
A A A
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan pemerintahnya masih memiliki keraguan besar terhadap rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk Gaza. Keraguan itu muncul meskipun beberapa negara menyuarakan dukungan mereka menyusul pernyataan Hamas pada hari Jumat yang mengisyaratkan persetujuan Hamas terhadap elemen-elemen inti proposal tersebut.

"Rencana perdamaian yang diajukan Amerika Serikat tidaklah sempurna, dan kami bahkan tidak setuju dengan sebagian besarnya. Namun, prioritas kami saat ini adalah menyelamatkan nyawa rakyat Palestina," ujarnya pada hari Sabtu (4/10/2025).

"Dukungan negara-negara Arab dan Islam bukanlah tanda persetujuan terhadap semua yang diuraikan dalam rencana tersebut, tetapi sebuah langkah kolektif untuk menghentikan pertumpahan darah, menolak pengusiran, dan memberi rakyat Gaza kesempatan untuk kembali ke tanah air mereka," papar Anwar.

Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi memuji "kepemimpinan" Donald Trump atas upaya perdamaiannya di Gaza yang telah mencapai "kemajuan yang menentukan".

Dalam unggahan di media sosial, Modi menandai akun-akun X milik Presiden AS, dengan mengatakan, "Indikasi pembebasan sandera menandai langkah maju yang signifikan. India akan terus mendukung penuh semua upaya menuju perdamaian yang langgeng dan adil."

Para pengamat berharap pemerintahan Trump akan memberikan tekanan kuat kepada militer Israel untuk menghentikan operasinya di Gaza secepat mungkin, artinya sekarang juga.

Trump telah mencatat, sebagaimana Hamas, dalam kedua pernyataan mereka, bahwa satu-satunya cara untuk membebaskan para tawanan – baik yang masih hidup maupun yang telah gugur selama perang – adalah dengan menghentikan pertempuran.

Mereka juga harus merumuskan, dan ini adalah sesuatu yang belum pernah dibahas sebelumnya, apa syarat bagi anggota Hamas untuk meletakkan senjata mereka demi mewujudkan gencatan senjata ini.

Kedua belah pihak harus meletakkan senjata mereka dan menghentikan pertempuran.

Salah satu poin lain yang dicatat dalam rencana 20 poin tersebut adalah penyaluran bantuan kemanusiaan tidak akan dimulai sampai pertempuran berhenti.

Seberapa cepat dan seberapa besar tekanan yang dapat diberikan pemerintahan Trump?

Itu jelas menjadi kunci keberhasilan perjanjian gencatan senjata ini.

Baca juga: Hamas Siap Serahkan Semua Sandera Israel dan Pemerintahan Jalur Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Dugaan Aroma Konspirasi...
Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Brasil vs Jepang: Mampukah...
Brasil vs Jepang: Mampukah Samurai Biru Hapus Kutukan?
Berita Terkini
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Infografis
Terungkap Rencana Rahasia...
Terungkap Rencana Rahasia Golden Dome, Perisai Rudal Canggih AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved