Ditolak Menumpang karena Terlalu Gemuk, Rapper AS Gugat Taksi Online Lyft

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 15:36 WIB
loading...
Ditolak Menumpang karena...
Rapper Amerika Serikat Dank Demoss gugat perusahaan taksi online Lyft. Musababnya, dia ditolak naik oleh pengemudi taksi tersebut karena tubuhnya terlalu gemuk. Foto/NDTV
A A A
WASHINGTON - Rapper asal Detroit, Amerika Serikat (AS), Dank Demoss telah menggugat perusahaan taksi online Lyft. Musababnya, dia ditolak naik oleh pengemudi taksi tersebut karena tubuhnya terlalu gemuk.

Gugatan penyanyi rap bernama asli Dajua Blanding ini diajukan awal tahun ini. Menurut laporan Fox News, Jumat (3/10/2025), sang rapper telah mencapai kesepakatan dalam gugatan tersebut.

Kasus ini melibatkan tuduhan diskriminasi setelah seorang pengemudi Lyft menolak mengantarnya, dengan alasan Blanding tidak muat di dalam kendaraan karena berat badannya.

Baca Juga: Raja India Ini Memiliki 10 Istri, 350 Selir, dan 88 Anak

Menurut catatan pengadilan, gugatan tersebut resmi diselesaikan awal musim panas ini. Pengacara Blanding, Zach Runyan, mengonfirmasi penyelesaian tersebut tetapi menolak memberikan detail lebih lanjut, dengan alasan kerahasiaan hukum.

Insiden itu terjadi pada bulan Januari ketika Blanding meminta Lyft untuk mengantarnya menghadiri pesta nonton bareng Detroit Lions.

Setibanya di sana, pengemudi tersebut dilaporkan mengatakan kepadanya bahwa dia tidak dapat menyelesaikan perjalanan tersebut, dengan mengatakan, "Percayalah, Anda tidak bisa [muat di dalam mobil]", meskipun Blanding bersikeras dia bisa.

Dalam video yang direkam oleh Blanding, pengemudi tersebut terdengar menjelaskan bahwa ban mobilnya tidak dapat menahan beban tersebut. Dia meminta maaf, menyarankan untuk memesan Uber XL, dan menawarkan pengembalian biaya perjalanan agar dia tidak dikenakan biaya.

"Saya pernah naik mobil yang lebih kecil dari itu," katanya sebelumnya kepada FOX 2. "Saya hanya ingin mereka tahu bahwa itu menyakiti perasaan saya."

Ketika FOX 2 berbicara dengan pengacara Blanding lainnya, Jonathan Marko, setelah gugatan diajukan awal tahun ini, dia mengatakan bahwa menolak tumpangan seseorang berdasarkan berat badannya secara hukum sama dengan menolak tumpangan seseorang berdasarkan ras atau agamanya.

"Saya tahu itu ilegal, dan saya tahu itu salah," kata Marko.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran tentang diskriminasi berbasis tubuh dan tanggung jawab perusahaan transportasi online untuk memastikan perlakuan yang hormat kepada semua pengguna.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Sejarah! Cape Verde...
Sejarah! Cape Verde Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 usai Tahan Arab Saudi
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Babak Pertama: Arab...
Babak Pertama: Arab Saudi vs Cape Verde Imbang Tanpa Gol, Blue Sharks Sementara di Jalur Lolos
Berita Terkini
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved