Putin Ungkap Rusia Bikin Senjata Hipersonik Baru, Singgung Persaingan Nuklir dengan AS

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 15:08 WIB
loading...
Putin Ungkap Rusia Bikin...
Presiden Vladimir Putin ungkap Rusia sedang mengembangkan senjata hipersonik baru. Foto/Kementerian Pertahanan Rusia
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin dalam acar "Klub Diskusi Valdai" mengungkap bahwa Moskow sedang dalam proses mengembangkan senjata hipersonik baru. Pemimpin Kremlin ini juga menyinggung persaingan senjata nuklir dengan Amerika Serikat (AS).

"Kami telah mengerahkan senjata hipersonik lainnya—Kinzhal dan Avangard, senjata dengan jangkauan antarbenua. Kami mungkin juga akan mengakuisisi sistem lain. Kami tidak melupakan apa pun dari rencana kami. Pekerjaan sedang berlangsung, dan akan ada hasilnya," kata Putin pada Kamis, yang dilansir Sputnik, Jumat (3/10/2025).

Putin mengatakan Rusia yakin dengan penangkal nuklirnya, dan memiliki lebih banyak sistem taktis daripada AS.

Baca Juga: Putin Balas Trump yang Sebut Rusia Macan Kertas: Lalu NATO Itu Apa?

"Amerika memiliki lebih banyak kapal selam. Tetapi jumlah hulu ledak pada kapal selam ini kurang lebih sama," ujarnya.

"Kami tahu ada orang-orang di AS yang mengatakan 'kami tidak butuh perpanjangan [Perjanjian New START]'. Jika mereka tidak membutuhkannya, kami juga tidak. Secara keseluruhan, kami baik-baik saja. Kami yakin dengan perisai nuklir kami. Kami tahu apa yang harus dilakukan besok dan lusa," tegas Putin.

"Tingkat modernisasi persenjataan Rusia lebih tinggi daripada kekuatan nuklir mana pun di dunia," lanjut Putin.

"Kami mengerjakannya secara intensif dan dalam jangka waktu yang lama. Saya ulangi: kekuatan strategis kami memiliki tingkat modernisasi yang sangat tinggi."

Putin mengatakan dialog dengan AS mengenai perpanjangan New START tidak akan mudah, dan Moskow menyadari "jebakan" yang menyertainya.

Lebih lanjut, Putin mengatakan persenjataan sekutu NATO; Prancis dan Inggris, tidak dapat diabaikan dalam negosiasi Perjanjian New START, misalnya, terutama mengingat rencana Prancis untuk memperluas cakupan nuklirnya di Eropa.

Putin juga memperingatkan bahwa Moskow mengetahui tentang persiapan "seseorang" untuk melakukan uji coba nuklir, dan menekankan bahwa jika hal itu terjadi, Rusia akan melakukan hal yang sama.

Secara statistik, Rusia memang unggul dalam jumlah hulu ledak nuklir. Sebagai contoh dari data dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) per Januari 2025, Rusia memiliki Rusia sekitar 5.459 hulu ledak nuklir. Disusul kemudian oleh Amerika Serikat dengan sekitar 5.177 hulu ledak, China sekitar 600 hulu ledak, India sekitar 180 hulu ledak, India sekitar 180 hulu ledak, Pakistan sekitar 170 hulu ledak, Inggris sekitar 225 hulu ledak, Prancis sekitar 290 hulu ledak, Israel sekitar 90 hulu ledak, dan Korea Utara sekitar 50 hulu ledak.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Bukan Messi atau Ronaldo,...
Bukan Messi atau Ronaldo, Hanya Kylian Mbappe yang Kenakan Lencana Istimewa di Piala Dunia 2026
Babak Pertama: Arab...
Babak Pertama: Arab Saudi vs Cape Verde Imbang Tanpa Gol, Blue Sharks Sementara di Jalur Lolos
Sejarah! Cape Verde...
Sejarah! Cape Verde Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 usai Tahan Arab Saudi
Berita Terkini
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Infografis
Jika Diinvasi Barat,...
Jika Diinvasi Barat, Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved