Angkatan Laut Israel Cegat dan Naiki 3 Kapal dari Armada Sumud yang Menuju Gaza

Kamis, 02 Oktober 2025 - 16:21 WIB
loading...
Angkatan Laut Israel...
Tayangan langsung dari kapal-kapal di Armada Global Sumud yang berusaha menerobos pengepungan di Gaza, sebagaimana disiarkan daring oleh Middle East Eye. Foto/mee
A A A
TEL AVIV - Angkatan Laut Israel pada hari Rabu(1/10/2025) mencegat dan menaiki setidaknya tiga kapal besar dari armada bantuan internasional yang menuju Gaza. Tindakan tentara Israel itu digambarkan oleh para aktivis sebagai "serangan ilegal terhadap pekerja kemanusiaan tak bersenjata di perairan internasional".

Angkatan Laut Israel mengitari kapal-kapal tersebut sekitar pukul 20.30 waktu Gaza, sekitar 70 mil laut dari lepas pantai wilayah kantong yang terkepung tersebut.

“Kapal Alma, Surius, dan Adara dicegat dan dinaiki secara ilegal oleh Pasukan Pendudukan Israel di perairan internasional," ungkap pernyataan Armada Sumud Global.

Armada itu menyatakan, "Sebelum menaiki kapal-kapal tersebut secara ilegal, tampaknya kapal-kapal angkatan laut Israel sengaja merusak komunikasi kapal, dalam upaya memblokir sinyal marabahaya dan menghentikan siaran langsung penobatan kapal ilegal mereka."

Akibatnya, siaran langsung dari beberapa kapal, termasuk milik Middle East Eye, serta komunikasi dengan para penumpang di dalamnya, terputus.

"Kami bekerja keras untuk memastikan semua peserta dan awak kapal terdata. Kami akan membagikan informasi terbaru segera setelah kami mendapatkan informasi terkonfirmasi tentang status kapal, penahanan, cedera, dan potensi korban," papar pernyataan tersebut.

Armada Global Sumud terdiri dari 52 kapal dengan 500 aktivis dari 44 negara berbeda.

Kapal-kapal Angkatan Laut dari Spanyol, Italia, dan Turki telah membuntuti kapal-kapal tersebut untuk memberikan dukungan, termasuk operasi penyelamatan yang diperlukan, serta makanan dan air.

"Kami menyerukan kepada pemerintah, para pemimpin dunia, dan lembaga internasional untuk menuntut keselamatan dan pembebasan semua orang di atas kapal dan terus memantau situasi ini dengan saksama," ungkap pernyataan tersebut.

Meskipun terjadi intersepsi, armada "akan terus melaju tanpa gentar" menurut pernyataan tersebut.

Intersepsi yang Melanggar Hukum


Kementerian Luar Negeri Israel pada hari Rabu membagikan satu video yang menunjukkan seorang perwira angkatan laut menyiarkan pesan peringatan kepada armada tersebut melalui radio.

"Ini Angkatan Laut Israel. Anda sedang mendekati zona blokade," ungkap perempuan muda itu, yang wajahnya tidak terlihat, dalam rekaman tersebut.

Dia menjelaskan, "Jika Anda ingin mengirimkan bantuan ke Gaza, Anda dapat melakukannya melalui jalur yang telah ditetapkan. Harap ubah arah Anda menuju pelabuhan Ashdod, di mana bantuan akan menjalani pemeriksaan keamanan dan kemudian dipindahkan ke Jalur Gaza."

Satu-satunya tujuan Armada Sumud Global adalah untuk membuka koridor kemanusiaan ke Jalur Gaza, menurut dua jurnalis Middle East Eye yang sebelumnya berada di kapal.

Bertentangan dengan pernyataan Israel, kapal-kapal tersebut tidak membawa senjata apa pun ke Gaza, ungkap mereka.

Setidaknya Satu Kapal Berisi Veteran Militer AS


"Sejak hari pertama... penyelenggara menjelaskan dengan tepat apa yang dibawa armada itu... bantuan dan kotak-kotak yang disumbangkan oleh badan amal," papar Khaled Shalaby dari MEE.

Francesca Albanese, Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia di Wilayah Palestina, mengatakan kepada MEE pada hari Rabu bahwa, “Intersepsi Israel melanggar hukum berdasarkan dua premis dasar: blokade Israel atas Jalur Gaza adalah ilegal menurut hukum internasional, jadi tidak masuk akal sama sekali."

Bahkan dalam keadaan normal, tambahnya, intersepsi kapal di perairan internasional karena mereka berperilaku dengan cara yang jelas-jelas damai adalah ilegal menurut hukum internasional.

“Israel tidak berhak untuk melakukan apa yang telah dilakukannya,” ungkap Albanese kepada MEE.

Di Inggris, Anggota Parlemen Zarah Sultana telah mendesak Perdana Menteri Keir Starmer untuk "bertindak SEKARANG untuk melindungi warga negara Inggris".

"Salah satu kapal—Ohwayla—berlayar di bawah bendera Inggris. Di dalamnya terdapat para pekerja kemanusiaan yang membawa bantuan vital, menuntut koridor kemanusiaan," tulisnya di X.

Baca juga: Pentagon Peringatkan AS Harus Bersiap Perang, Butuh Lebih Banyak Senjata dan Pasukan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
SNA Dorong Inovasi Ahli...
SNA Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Indonesia Sehat
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Berita Terkini
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved