Pentagon Peringatkan AS Harus Bersiap Perang, Butuh Lebih Banyak Senjata dan Pasukan

Rabu, 01 Oktober 2025 - 09:07 WIB
loading...
Pentagon Peringatkan...
Tentara AS berada di dekat sistem pertahanan rudal Patriot. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) harus bersiap untuk perang, menurut Menteri Perang Pete Hegseth dalam pertemuan para komandan militer senior. Ia menyebutnya sebagai masalah yang sangat mendesak, tetapi tidak menyebutkan secara spesifik musuh yang mungkin dihadapi Amerika dalam waktu dekat.

Pentagon baru-baru ini menyelesaikan dua tinjauan kebijakan utama, salah satunya adalah Strategi Pertahanan Nasional baru yang mengalihkan prioritas dari China ke keamanan dalam negeri dan Belahan Bumi Barat.

"Untuk memastikan perdamaian, kita harus bersiap untuk perang," ujar Hegseth kepada ratusan jenderal dan laksamana AS di pangkalan Korps Marinir di Quantico, Virginia, pada hari Selasa.

Ia juga mengklaim, "Pasifisme itu ... naif dan berbahaya."

Menurut Menteri Pertahanan, militer AS membutuhkan lebih banyak pasukan, senjata, dan amunisi. "Ini adalah momen yang mendesak, urgensi yang semakin meningkat," ujarnya, merujuk pada dugaan meningkatnya ancaman.

Hegseth tidak menyebutkan secara spesifik ancaman apa pun selain kebutuhan untuk menghalangi China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Fosil T-Rex Gus Terjual...
Fosil T-Rex Gus Terjual Rp902 Miliar, Jadi Fosil Dinosaurus Termahal dalam Lelang
Rekomendasi
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan HSSE Jadi Kunci Elnusa Petrofin Perkuat Rantai Pasok Energi
Nanik S Deyang Absen...
Nanik S Deyang Absen Hadiri Rapat Laporan Keuangan BGN di Komisi IX DPR
Polisi Pastikan Emas...
Polisi Pastikan Emas 74 Kg Sitaan dari Rumah Febrie Adriansyah Asli
Berita Terkini
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved