Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Filipina, Korban Tewas 72 Orang
Kamis, 02 Oktober 2025 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
"Saya lebih suka tinggal di sini di bawah tenda ini. Setidaknya saya bisa dirawat," kata Kyle Malait (22) sambil menunggu lengannya yang terkilir dirawat.
Lebih dari 110.000 orang di 42 komunitas yang terdampak gempa akan membutuhkan bantuan untuk membangun kembali rumah mereka dan memulihkan mata pencaharian mereka, menurut kantor pertahanan sipil regional.
Upaya pencarian dan penyelamatan tampaknya mulai mereda di Bogo pada Kamis dini hari, sementara tim penyelamat berkeliaran menunggu instruksi.
"Sampai saat ini, semua orang yang dilaporkan hilang telah dievakuasi," ujar Liewellyn Lee Quino, pejabat dinas pemadam kebakaran Cebu, kepada AFP.
Tim penyelamat dikirim untuk memeriksa ulang hotel yang runtuh beberapa jam setelah tiga jenazah dievakuasi.
"Pemeriksaan terakhir ini penting agar kami dapat meyakinkan masyarakat di sini bahwa tidak ada seorang pun yang terlupakan di dalam bangunan-bangunan ini, dan bahwa mereka dapat memilih untuk menghancurkan tempat ini sepenuhnya (untuk pembangunan kembali)," kata Quino.
Gempa bumi hampir terjadi setiap hari di Filipina, yang terletak di "Cincin Api" Pasifik, sebuah busur aktivitas seismik intens yang membentang dari Jepang hingga Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.
Sebagian besar gempa terlalu lemah untuk dirasakan oleh manusia, tetapi gempa yang kuat dan merusak terjadi secara acak, tanpa teknologi yang tersedia untuk memprediksi kapan dan di mana gempa tersebut akan terjadi.
Lebih dari 110.000 orang di 42 komunitas yang terdampak gempa akan membutuhkan bantuan untuk membangun kembali rumah mereka dan memulihkan mata pencaharian mereka, menurut kantor pertahanan sipil regional.
Upaya pencarian dan penyelamatan tampaknya mulai mereda di Bogo pada Kamis dini hari, sementara tim penyelamat berkeliaran menunggu instruksi.
"Sampai saat ini, semua orang yang dilaporkan hilang telah dievakuasi," ujar Liewellyn Lee Quino, pejabat dinas pemadam kebakaran Cebu, kepada AFP.
Tim penyelamat dikirim untuk memeriksa ulang hotel yang runtuh beberapa jam setelah tiga jenazah dievakuasi.
"Pemeriksaan terakhir ini penting agar kami dapat meyakinkan masyarakat di sini bahwa tidak ada seorang pun yang terlupakan di dalam bangunan-bangunan ini, dan bahwa mereka dapat memilih untuk menghancurkan tempat ini sepenuhnya (untuk pembangunan kembali)," kata Quino.
Gempa bumi hampir terjadi setiap hari di Filipina, yang terletak di "Cincin Api" Pasifik, sebuah busur aktivitas seismik intens yang membentang dari Jepang hingga Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.
Sebagian besar gempa terlalu lemah untuk dirasakan oleh manusia, tetapi gempa yang kuat dan merusak terjadi secara acak, tanpa teknologi yang tersedia untuk memprediksi kapan dan di mana gempa tersebut akan terjadi.
(mas)
Lihat Juga :