Profil Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Istimewa Raja Thailand yang Pernah Jadi Pilot Jet Tempur
Kamis, 02 Oktober 2025 - 11:05 WIB
loading...
Sineenat Wongvajirapakdi, selir resmi Raja Maha Vajiralongkorn dari Kerajaan Thailand yang pernah jadi pilot jet tempur dengan pangkat Mayor Jenderal. Foto/Khaosod English
A
A
A
JAKARTA - Sineenat Wongvajirapakdi adalah selir resmi pertama Raja Thailand Maha Vajiralongkorn (Rama X). Sosoknya unik karena pernah menjadi pilot jet tempur dengan pangkat Mayor Jenderal dan pernah dijebloskan ke penjara setelah berseteru dengan Ratu Suthida, istri keempat Raja Rama X.
Berparas cantik dan dan seksi, Sineenat merupakan selir istimewa sang raja. Sebab, dari sekitar 20 selir, hanya dia yang diberi gelar selir resmi kerajaan (royal consort) pada Juli 2019 dan tercatat sebagaiselirresmi pertama yang diakui dalam sejarah Kerajaan Thailand.
Sineenat Wongvajirapakdi bernama asli Niramon Ounprom. Dia lahir pada 26 Januari 1985 di Provinsi Nan.
Sineenat sejatinya adalah lulusan Sekolah Tinggi Keperawatan Angkatan Darat dengan meraih gelar Sarjana Sains Keperawatan pada tahun 2008. Dia sempat bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Ananda Mahidol.
Baca Juga: Raja Thailand Jadikan Selir Cantiknya Ratu Kedua Meski Selfie Telanjangnya Bocor
Namun, dia akhirnya terjun ke dunia militer. Dia bergabung dengan korps pengawal (bodyguard) raja pada 2015. Selama meniti karier militer, Sineenat menjalani pelatihan yang keras, termasuk perang hutan dan terjun payung, dan memperoleh lisensi pilot jet tempur. Puncak karier militernya adalah memperoleh pangkat Mayor Jenderal.
Jadi pilot jet tempur berpangkat Mayor Jenderal bukan akhir dari perjalanan Sineenat. Dia berhasil memikat hati Raja Maha Vajiralongkorn, dan membuat dirinya masuk dalam lingkaran para selir sang raja.
Hebatnya lagi, Sineenat menjadi wanita pertama dalam hampir 100 tahun yang diangkat menjadi selir resmi kerajaan oleh Raja Maha Vajiralongkorn.
Pada Juli 2019, dia dianugerahi gelar Chao Khun Phra atau Selir Bangsawan Kerajaan, yang membuatnya menjadi pendamping resmi raja. Lantaran menjadi pendamping resmi, Raja Maha Vajiralongkornmengangkatnya sebagai ratu kedua—tapi bukan istri sah.
Menjadi selir istimewa, kehidupan Sineenat diwarnai kontroversi. Beberapa bulan setelah menjadi selir resmi, Sineenat dilaporkan terlibat perseteruan dengan Ratu Suthida. Foto-foto seksinya pun bocor dan menyebar luas.
Selama perseteruan tersebut, Sineenat dituduh tak setia pada raja dan berambisi menjadi ratu Thailand. Tuduhan itu membuat Raja Maha Vajiralongkorn menjebloskannya ke Penjara Wanita Pusat Lat Yao di Bangkok.
Menurut laporan Thai Political Prisoners, pada saat itu, tuduhan resminya adalah: "Sineenat berupaya mencegah Ratu Suthida dinobatkan dan menyalahgunakan status kerajaannya."
"Sineenat tidak hanya menyatakan penolakannya dan melakukan segala cara untuk menekan kenaikan takhta Ratu Suthida sebagai Ratu Thailand, tetapi dia juga meminta Yang Mulia Raja untuk mengangkatnya sebagai penggantinya," bunyi laporan tersebut.
"Tindakannya dianggap tidak setia, tidak tahu berterima kasih, dan tidak menghargai kebaikan [raja]…. Tindakan tersebut menyebabkan perpecahan di antara para abdi kerajaan dan kesalahpahaman di antara masyarakat; ini merupakan tindakan sabotase terhadap negara dan institusi".
Namun, Raja Maha Vajiralongkorn akhirnya mengampuni selir istimewanya itu, di mana laporan media lokal menyebutkan bahwa tuduhan negatif terhadap Sineenat tidak terbukti.
Sineenat juga menjadi bagian dari para "harem" yang diterbangkan ke Jerman pada 2019 untuk mengungsi ke hotel mewah guna menghindari wabah Covid-19 kala itu.
Menurut jurnalis Andrew MacGregor Marshall, seorang pakar regional, Sineenat saat itu diterbangkan ke München melalui Dubai. Di sana, dia disambut langsung oleh raja dan diantar ke Grand Hotel Sonnenbichl di kota resor Garmisch-Partenkirchen, Jerman.
Informasi publik tentang kehidupan pribadi Sineenat terbatas karena biografi resminya, yang dirilis oleh istana pada bulan Agustus, telah dihapus dari situs web biro rumah tangga kerajaan.
Berparas cantik dan dan seksi, Sineenat merupakan selir istimewa sang raja. Sebab, dari sekitar 20 selir, hanya dia yang diberi gelar selir resmi kerajaan (royal consort) pada Juli 2019 dan tercatat sebagaiselirresmi pertama yang diakui dalam sejarah Kerajaan Thailand.
Profil Sineenat, Selir Istimewa Raja Thailand
Sineenat Wongvajirapakdi bernama asli Niramon Ounprom. Dia lahir pada 26 Januari 1985 di Provinsi Nan.
Sineenat sejatinya adalah lulusan Sekolah Tinggi Keperawatan Angkatan Darat dengan meraih gelar Sarjana Sains Keperawatan pada tahun 2008. Dia sempat bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Ananda Mahidol.
Baca Juga: Raja Thailand Jadikan Selir Cantiknya Ratu Kedua Meski Selfie Telanjangnya Bocor
Namun, dia akhirnya terjun ke dunia militer. Dia bergabung dengan korps pengawal (bodyguard) raja pada 2015. Selama meniti karier militer, Sineenat menjalani pelatihan yang keras, termasuk perang hutan dan terjun payung, dan memperoleh lisensi pilot jet tempur. Puncak karier militernya adalah memperoleh pangkat Mayor Jenderal.
Sineenat Jadi Selir Istimewa dan Kontroversinya
Jadi pilot jet tempur berpangkat Mayor Jenderal bukan akhir dari perjalanan Sineenat. Dia berhasil memikat hati Raja Maha Vajiralongkorn, dan membuat dirinya masuk dalam lingkaran para selir sang raja.
Hebatnya lagi, Sineenat menjadi wanita pertama dalam hampir 100 tahun yang diangkat menjadi selir resmi kerajaan oleh Raja Maha Vajiralongkorn.
Pada Juli 2019, dia dianugerahi gelar Chao Khun Phra atau Selir Bangsawan Kerajaan, yang membuatnya menjadi pendamping resmi raja. Lantaran menjadi pendamping resmi, Raja Maha Vajiralongkornmengangkatnya sebagai ratu kedua—tapi bukan istri sah.
Menjadi selir istimewa, kehidupan Sineenat diwarnai kontroversi. Beberapa bulan setelah menjadi selir resmi, Sineenat dilaporkan terlibat perseteruan dengan Ratu Suthida. Foto-foto seksinya pun bocor dan menyebar luas.
Selama perseteruan tersebut, Sineenat dituduh tak setia pada raja dan berambisi menjadi ratu Thailand. Tuduhan itu membuat Raja Maha Vajiralongkorn menjebloskannya ke Penjara Wanita Pusat Lat Yao di Bangkok.
Menurut laporan Thai Political Prisoners, pada saat itu, tuduhan resminya adalah: "Sineenat berupaya mencegah Ratu Suthida dinobatkan dan menyalahgunakan status kerajaannya."
"Sineenat tidak hanya menyatakan penolakannya dan melakukan segala cara untuk menekan kenaikan takhta Ratu Suthida sebagai Ratu Thailand, tetapi dia juga meminta Yang Mulia Raja untuk mengangkatnya sebagai penggantinya," bunyi laporan tersebut.
"Tindakannya dianggap tidak setia, tidak tahu berterima kasih, dan tidak menghargai kebaikan [raja]…. Tindakan tersebut menyebabkan perpecahan di antara para abdi kerajaan dan kesalahpahaman di antara masyarakat; ini merupakan tindakan sabotase terhadap negara dan institusi".
Namun, Raja Maha Vajiralongkorn akhirnya mengampuni selir istimewanya itu, di mana laporan media lokal menyebutkan bahwa tuduhan negatif terhadap Sineenat tidak terbukti.
Sineenat juga menjadi bagian dari para "harem" yang diterbangkan ke Jerman pada 2019 untuk mengungsi ke hotel mewah guna menghindari wabah Covid-19 kala itu.
Menurut jurnalis Andrew MacGregor Marshall, seorang pakar regional, Sineenat saat itu diterbangkan ke München melalui Dubai. Di sana, dia disambut langsung oleh raja dan diantar ke Grand Hotel Sonnenbichl di kota resor Garmisch-Partenkirchen, Jerman.
Informasi publik tentang kehidupan pribadi Sineenat terbatas karena biografi resminya, yang dirilis oleh istana pada bulan Agustus, telah dihapus dari situs web biro rumah tangga kerajaan.
(mas)
Lihat Juga :