Memiliki Bom Nuklir, Prancis Tak Tutup Kemungkinan Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia

Kamis, 02 Oktober 2025 - 07:58 WIB
loading...
Memiliki Bom Nuklir,...
Prancis, sebagai negara NATO bersenjata nuklir, tidak menutup kemungkinan menembak jatuh jet tempur Rusia jika melanggar wilayah udara Eropa. Foto/ Sputnik/Vladimir Astapkovich
A A A
PARIS - Prancis, negara NATO yang memiliki bom nuklir, menegaskan bahwa mereka tidak menutup kemungkinan untuk menembak jatuh jet tempur Rusia jika memasuki wilayah udara Eropa. Penegasan ini disampaikan Presiden Emmanuel Macron.

"Sesuai dengan doktrin ambiguitas strategis, saya dapat memberi tahu Anda bahwa tidak ada yang mustahil," kata Macron dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung pada hari Rabu (1/10/2025) ketika ditanya apakah dia akan mendukung penembakan jatuh sebuah jet tempur Rusia jika memasuki wilayah udara Eropa tanpa izin.

Macron mencatat bahwa Prancis meremehkan Rusia, menekankan bahwa Moskow adalah "ancaman struktural terbesar bagi Eropa", dengan menyebutkan campur tangan dalam kampanye pemilu, serangan siber, pembunuhan lawan, dan penyebaran informasi palsu.

Baca Juga: Trump Minta NATO Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia, UE: Opsi Itu Dipertimbangkan!

"Kita naif jika tidak menyadari bahwa pasukan rahasia Rusia sedang menyebar ke dalam demokrasi kita. Mereka terdiri dari para prajurit kecil anonim yang kita sebut bot digital. Mereka memanipulasi demokrasi di Prancis, Jerman, dan di seluruh Eropa," ujarnya.

Ketika ditanya tentang usulan Komisi Eropa untuk membuka aset Rusia yang dibekukan untuk "pinjaman reparasi" ke Ukraina, Macron memperingatkan bahwa aset tersebut tidak dapat disita begitu saja, karena hal itu akan melanggar hukum internasional.

Macron juga menegaskan kembali bahwa dia akan menyampaikan pidato pada awal 2026 tentang doktrin nuklir Prancis, yang saat ini sedang diperbarui, menyusul pertanyaan tentang penguatan pencegahan nuklir berbasis udara.

"Payung nuklir Prancis memang ada. Saat ini saya sedang memperbarui doktrin kami, dan saya ingin terus memperdalam dialog strategis kami dengan negara-negara Eropa yang ingin terlibat," ujarnya.

Opsi menembak jatuh jet tempur Rusia awalnya diserukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada negara-negara NATO ketika bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di sela-sela Sidang Umum PBB di New York.

"Ya, saya bersedia," kata Trump ketika ditanya seorang wartawan apakah sekutu NATO harus menembak jatuh pesawat Rusia.

Polandia dan Rumania melaporkan pelanggaran wilayah udaranya awal bulan ini oleh pesawat Rusia, yang mendorong NATO untuk mengerahkan jet tempur sebagai respons. Estonia pada hari Jumat mengatakan tiga jet tempur Rusia memasuki wilayah udaranya, namun dibantah Moskow.

Sama seperti komentar Macron, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada pekan lalu mengatakan opsi untuk menembak jatuh jet tempur Rusia yang memasuki wilayah udara NATO dipertimbangkan.

"Pendapat saya adalah kita harus mempertahankan setiap sentimeter persegi wilayah ini," kata von der Leyen dalam sebuah wawancara dengan CNN.

"Itu berarti jika ada intrusi di wilayah udara, setelah peringatan, setelah sangat jelas, tentu saja opsi untuk menembak jatuh jet tempur yang memasuki wilayah udara kita ada di atas meja," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
Pesawat Pengebom Rusia...
Pesawat Pengebom Rusia Dicegat Jet Tempur Siluman F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved