Trump Minta NATO Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia, UE: Opsi Itu Dipertimbangkan!

Kamis, 25 September 2025 - 08:45 WIB
loading...
Trump Minta NATO Tembak...
Presiden AS Donald Trump minta negara-negara NATO menembak jatuh jet tempur Rusia jika melanggar wilayah udara mereka. Foto/X @BaateinStockKi
A A A
NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan negara-negara NATO untuk menembak jatuh jet-jet tempur Rusia jika memasuki wilayah udara mereka. Uni Eropa (UE), yang mayoritas merupakan anggota NATO, mempertimbangkan opsi tersebut.

Seruan Trump muncul saat dia bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pada hari Selasa waktu setempat.

"Ya, saya bersedia," kata Trump ketika ditanya seorang wartawan apakah sekutu NATO harus menembak jatuh pesawat Rusia.

Polandia dan Rumania melaporkan pelanggaran wilayah udaranya awal bulan ini oleh pesawat Rusia, yang mendorong NATO untuk mengerahkan jet tempur sebagai respons. Estonia pada hari Jumat mengatakan tiga jet tempur Rusia memasuki wilayah udaranya, namun dibantah Moskow.

Baca Juga: NATO Didesak Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia, Perang Dunia III Bisa Pecah

Menteri Luar Negeri Polandia Radek Sikorski, yang sebelumnya mengkritik pendekatan Trump terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dalam negosiasi perdamaian, dengan cepat menanggapi komentar Trump bahwa sekutu NATO harus menembak jatuh pesawat nirawak Rusia di wilayah udara mereka. "Roger that," tulis Sikorski di X.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada hari Selasa menegaskan kembali komitmen aliansi untuk mempertahankan wilayah sekutu tetapi tidak mengatakan bahwa setiap pesawat Rusia yang melanggar wilayah udara sekutu akan ditembak jatuh.

"Keputusan untuk melibatkan pesawat penyusup, seperti menembaki mereka, tentu saja, diambil secara langsung, selalu didasarkan pada intelijen yang tersedia mengenai ancaman yang ditimbulkan oleh pesawat tersebut, termasuk pertanyaan-pertanyaan yang harus kami jawab seperti niat, persenjataan, dan potensi risiko bagi pasukan Sekutu, warga sipil, atau infrastruktur," kata Rutte.

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada hari Selasa, Trump mengkritik Rusia atas perang yang sedang berlangsung di Ukraina. "Itu tidak membuat Rusia terlihat baik. Itu membuat mereka terlihat buruk," kata Trump.

Trump mengatakan Amerika Serikat siap memberlakukan tarif yang berat terhadap Rusia jika Moskow tidak siap untuk membuat kesepakatan damai, sebuah ancaman yang telah dia lontarkan selama berminggu-minggu.

Namun, dia mengatakan negara-negara lain perlu mengurangi pembelian minyak dan produk energi Rusia. "Jika tidak, kita semua hanya akan membuang-buang waktu," ujarnya.

"Eropa harus meningkatkannya. Mereka tidak bisa melakukan apa yang mereka lakukan. Mereka membeli minyak dan gas dari Rusia sementara mereka berperang melawan Rusia. Itu memalukan bagi mereka," kata Trump.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan pada hari Rabu bahwa opsi untuk menembak jatuh jet tempur Rusia yang memasuki wilayah udara NATO "dipertimbangkan".

"Pendapat saya adalah kita harus mempertahankan setiap sentimeter persegi wilayah ini," kata von der Leyen dalam sebuah wawancara dengan CNN, yang dilansir Kamis (25/9/2025).

"Itu berarti jika ada intrusi di wilayah udara, setelah peringatan, setelah sangat jelas, tentu saja opsi untuk menembak jatuh jet tempur yang memasuki wilayah udara kita ada di atas meja," paparnya.

Intervensi Rusia di Eropa bukanlah hal baru, dan tidak terbatas pada serangan udara. Moskow telah lama dituduh meningkatkan spionase, serangan siber, dan kampanye intervensi Pemilu di negara-negara Eropa sejak dimulainya perang di Ukraina.

"Rusia sedang menguji coba di semua bidang," ujar von der Leyen. "Maksud saya, itu adalah perang hibrida yang telah kita alami selama bertahun-tahun, di mana Rusia memimpin melawan negara-negara demokrasi di Uni Eropa dan negara-negara lainnya. Oleh karena itu, kita melawan balik di berbagai bidang. Dan seperti yang telah saya katakan, ini adalah keputusan NATO, tetapi saya ingin menegaskan: Jangan sentuh wilayah kami," tegasnya.

Von der Leyen tidak memiliki wewenang untuk mengarahkan aksi militer oleh negara-negara Uni Eropa, tetapi sebagai kepala cabang eksekutif blok tersebut, pendapatnya tentang masalah ini sangat berpengaruh.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Raffi Ahmad Donasi Rp250...
Raffi Ahmad Donasi Rp250 Juta untuk Wanita Korban Penyiksaan Taufik Hidayat
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Berita Terkini
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved