Pentagon Peringatkan AS Harus Bersiap Perang, Butuh Lebih Banyak Senjata dan Pasukan
Rabu, 01 Oktober 2025 - 09:07 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga mengumumkan aturan keterlibatan yang lebih longgar yang akan memungkinkan militer AS untuk "mengintimidasi, menurunkan moral, memburu, dan membunuh musuh."
Pernyataan tersebut digaungkan Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, yang menyampaikan kepada para peserta pertemuan bahwa Amerika "harus siap berperang."
Ia juga menyebutkan "risiko global" yang tidak disebutkan secara spesifik yang menurutnya "sedang meningkat."
Bulan lalu, Presiden Donald Trump mengubah nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang.
Pada hari Selasa, Hegseth menyatakan berperang akan menjadi satu-satunya misinya.
Pengumuman ini muncul ketika Pentagon memberikan kontrak senilai USD5 miliar kepada produsen senjata Raytheon untuk sistem rudal Coyote di tengah ekspansi anggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pernyataan tersebut digaungkan Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, yang menyampaikan kepada para peserta pertemuan bahwa Amerika "harus siap berperang."
Ia juga menyebutkan "risiko global" yang tidak disebutkan secara spesifik yang menurutnya "sedang meningkat."
Bulan lalu, Presiden Donald Trump mengubah nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang.
Pada hari Selasa, Hegseth menyatakan berperang akan menjadi satu-satunya misinya.
Pengumuman ini muncul ketika Pentagon memberikan kontrak senilai USD5 miliar kepada produsen senjata Raytheon untuk sistem rudal Coyote di tengah ekspansi anggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Lihat Juga :