UNIFIL: Kehadiran Israel Halangi Pengerahan Penuh Tentara Lebanon di Selatan
Selasa, 30 September 2025 - 19:14 WIB
loading...
Tank-tank Israel terlihat di sisi lain perbatasan sepanjang 120 kilometer yang disebut sebagai Garis Biru dan diambil alih UNIFIL di wilayah Kafr Shuba di Kegubernuran Nabatieh, Lebanon pada 28 Agustus 2023. Foto/Houssam Shbaro/Anadolu Agency
A
A
A
BEIRUT - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengatakan pada hari Senin (29/9/2025) bahwa kehadiran Israel yang berkelanjutan di wilayah Lebanon menghalangi pengerahan penuh Tentara Lebanon di selatan negara itu.
Dalam pernyataan, misi penjaga perdamaian menekankan dukungannya terhadap pengerahan kembali Tentara Lebanon berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
"Kami mendukung Tentara Lebanon dalam menjalankan tugasnya berdasarkan Resolusi 1701 dan pengerahan kembalinya di selatan, tetapi dengan berlanjutnya kehadiran pasukan Israel di Lebanon, pengerahan penuh tentara tidak dapat dicapai," ungkap pernyataan UNIFIL.
Misi tersebut mengonfirmasi pasukannya terus melakukan patroli dan melaporkan pelanggaran resolusi tersebut.
Pernyataan ini muncul hampir setahun setelah serangan Israel pada Oktober 2023 di Lebanon meningkat menjadi perang skala penuh pada September 2024, yang menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai sekitar 17.000 orang.
Meskipun kesepakatan gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel telah dicapai pada November 2024, Israel telah melakukan lebih dari 4.500 pelanggaran sejak saat itu, menurut data resmi, yang mengakibatkan kematian setidaknya 279 orang dan 624 lainnya luka-luka.
Meskipun Tentara Lebanon terus melakukan penempatan kembali di selatan sesuai dengan kesepakatan, Israel belum menyelesaikan penarikannya.
Sebaliknya, Israel hanya melakukan penarikan mundur sebagian dan mempertahankan kendali atas lima bukit strategis yang direbut selama perang, serta wilayah-wilayah lain yang telah didudukinya selama beberapa dekade.
Baca juga: Pemimpin Gerakan Jihad Islam Tolak Rencana Trump: Hal Itu akan Picu Konflik di Kawasan
Dalam pernyataan, misi penjaga perdamaian menekankan dukungannya terhadap pengerahan kembali Tentara Lebanon berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
"Kami mendukung Tentara Lebanon dalam menjalankan tugasnya berdasarkan Resolusi 1701 dan pengerahan kembalinya di selatan, tetapi dengan berlanjutnya kehadiran pasukan Israel di Lebanon, pengerahan penuh tentara tidak dapat dicapai," ungkap pernyataan UNIFIL.
Misi tersebut mengonfirmasi pasukannya terus melakukan patroli dan melaporkan pelanggaran resolusi tersebut.
Pernyataan ini muncul hampir setahun setelah serangan Israel pada Oktober 2023 di Lebanon meningkat menjadi perang skala penuh pada September 2024, yang menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai sekitar 17.000 orang.
Meskipun kesepakatan gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel telah dicapai pada November 2024, Israel telah melakukan lebih dari 4.500 pelanggaran sejak saat itu, menurut data resmi, yang mengakibatkan kematian setidaknya 279 orang dan 624 lainnya luka-luka.
Meskipun Tentara Lebanon terus melakukan penempatan kembali di selatan sesuai dengan kesepakatan, Israel belum menyelesaikan penarikannya.
Sebaliknya, Israel hanya melakukan penarikan mundur sebagian dan mempertahankan kendali atas lima bukit strategis yang direbut selama perang, serta wilayah-wilayah lain yang telah didudukinya selama beberapa dekade.
Baca juga: Pemimpin Gerakan Jihad Islam Tolak Rencana Trump: Hal Itu akan Picu Konflik di Kawasan
(sya)
Lihat Juga :