5 Fakta Tragedi Kampanye Politik yang Menewaskan 39 Orang

Minggu, 28 September 2025 - 20:45 WIB
loading...
5 Fakta Tragedi Kampanye...
Puluhan orang tewas terinjak-injak dalam kampanye politik di India. Foto/X/@monkesh18
A A A
NEW DELHI - Setidaknya 39 orang tewas, termasuk anak-anak, dalam sebuah rapat umum politik di negara bagian Tamil Nadu, India selatan. Puluhan ribu orang berkumpul pada hari Sabtu di sebuah acara kampanye untuk aktor yang kini menjadi politisi, Vijay, di distrik Karur selatan.

Acara tersebut tertunda beberapa jam, lapor media lokal. Gambar yang disiarkan di televisi menunjukkan orang-orang pingsan di tengah kerumunan yang padat.

5 Fakta Tragedi Kampanye Politik yang Menewaskan 39 Orang

1. Anak-Anak Juga Jadi Korban

Kepala Menteri Tamil Nadu, MK Stalin, mengatakan kepada wartawan di Karur bahwa korban tewas termasuk setidaknya 17 perempuan, 13 laki-laki, dan sembilan anak-anak. "Sebanyak 51 orang lainnya sedang menjalani perawatan," katanya, dilansir BBC.

Kompensasi sebesar satu juta rupee (USD11.300; £8.400) akan diberikan kepada keluarga korban, tambah Stalin, dan akan ada penyelidikan atas insiden tersebut.

Seorang pria mengatakan kepada kantor berita India ANI dari luar rumah sakit bahwa kedua putra saudaranya hadir di acara tersebut.

"Yang sulung telah meninggal dunia, yang bungsu hilang. Kerabat saya, adik ipar saya, sedang dirawat di ICU. Apa yang harus saya lakukan?" katanya.

Vijay menulis dalam sebuah pernyataan daring bahwa hatinya "hancur" dan bahwa ia merasakan "rasa sakit dan duka yang tak tertahankan dan tak terlukiskan".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Bawa Pikap Ayahnya,...
Bawa Pikap Ayahnya, Bocah 11 Tahun Tabrak Iringan Peziarah dan Tewaskan 8 Orang
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Eropa, Warga Prancis Berebut AC Murah hingga Rusuh
Rekomendasi
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved