Geng Narkoba Bunuh 3 Perempuan Cantik dan Disiarkan Langsung di Instagram, Publik Marah
Minggu, 28 September 2025 - 12:38 WIB
loading...
A
A
A
Meta, perusahaan induk Instagram, membantah bahwa siaran langsung tersebut terjadi di platformnya.
"Kami belum menemukan bukti siaran langsung yang terjadi di Instagram. Tim kami terus bekerja sama dengan penegak hukum dalam menyelidiki kejahatan mengerikan ini," ujar seorang juru bicara Meta kepada AFP, Minggu (28/9/2025).
Federico Celebon, sepupu Brenda dan Morena, mengatakan kepada AFP bahwa para perempuan muda tersebut terkadang terlibat dalam pekerjaan seks "untuk bertahan hidup", tanpa sepengetahuan keluarga mereka.
"Mereka bernasib buruk karena bertemu di waktu yang salah dengan orang yang salah," ujarnya.
Menurut laporan sejumlah media lokal, para perempuan tersebut diminta untuk menghadiri pesta tersebut sebagai pekerja seks komersial.
Yamila Alegre, seorang perajin kulit berusia 35 tahun yang ikut demo pada hari Sabtu, mengecam liputan media atas kasus tersebut.
"Kami selalu berusaha membuat para perempuan itu merasa bersalah, kami tahu segalanya tentang kehidupan mereka, apa yang mereka lakukan di sana, seperti apa keluarga mereka...kami mempublikasikan foto-foto mereka tetapi kami tidak tahu apa-apa tentang para pelaku, bukan nama mereka, wajah mereka disamarkan," ujarnya.
Del Valle Galvan, bibi Lara, membantah bahwa remaja putri berusia 15 tahun itu terlibat narkoba atau prostitusi.
"Ada kemiskinan di lingkungan kami, tetapi apa yang orang katakan tentang Lara itu salah," katanya.
"Kami ingin keadilan ditegakkan, tidak ada yang ditutup-tutupi, dan seluruh kebenaran terungkap sehingga mereka yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka. Kami tidak takut!" katanya kepada AFP.
"Kami belum menemukan bukti siaran langsung yang terjadi di Instagram. Tim kami terus bekerja sama dengan penegak hukum dalam menyelidiki kejahatan mengerikan ini," ujar seorang juru bicara Meta kepada AFP, Minggu (28/9/2025).
Federico Celebon, sepupu Brenda dan Morena, mengatakan kepada AFP bahwa para perempuan muda tersebut terkadang terlibat dalam pekerjaan seks "untuk bertahan hidup", tanpa sepengetahuan keluarga mereka.
"Mereka bernasib buruk karena bertemu di waktu yang salah dengan orang yang salah," ujarnya.
Menurut laporan sejumlah media lokal, para perempuan tersebut diminta untuk menghadiri pesta tersebut sebagai pekerja seks komersial.
Yamila Alegre, seorang perajin kulit berusia 35 tahun yang ikut demo pada hari Sabtu, mengecam liputan media atas kasus tersebut.
"Kami selalu berusaha membuat para perempuan itu merasa bersalah, kami tahu segalanya tentang kehidupan mereka, apa yang mereka lakukan di sana, seperti apa keluarga mereka...kami mempublikasikan foto-foto mereka tetapi kami tidak tahu apa-apa tentang para pelaku, bukan nama mereka, wajah mereka disamarkan," ujarnya.
Del Valle Galvan, bibi Lara, membantah bahwa remaja putri berusia 15 tahun itu terlibat narkoba atau prostitusi.
"Ada kemiskinan di lingkungan kami, tetapi apa yang orang katakan tentang Lara itu salah," katanya.
"Kami ingin keadilan ditegakkan, tidak ada yang ditutup-tutupi, dan seluruh kebenaran terungkap sehingga mereka yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka. Kami tidak takut!" katanya kepada AFP.
(mas)
Lihat Juga :