Dominasi AS dan Prancis Melemah, Kini Giliran China Terus Mencengkeram Afrika
Minggu, 28 September 2025 - 17:25 WIB
loading...
A
A
A
BacaJuga: NATO Tak Berkutik, Drone Tak Dikenal Ganggu Pangkalan Militer Denmark
Meskipun Beijing memberikan beasiswa yang besar kepada mahasiswa di Afrika, hampir tidak ada peluang kerja yang menanti mereka di China, kata Gukurume.
Penutur asli umumnya dipekerjakan untuk menjembatani kesenjangan antara bahasa Mandarin dan bahasa mitra dagang utama.
Perusahaan dan badan usaha milik pemerintah China dikenal di seluruh benua karena mempekerjakan pekerja China terutama untuk sebagian besar proyek infrastruktur yang menjadi investasi negara tersebut — seperti pembangunan pelabuhan, jalan raya, dan bandara.
Setelah lulus, kata Gukurume, banyak mantan mahasiswa akhirnya menjadi guru bahasa Mandarin:
"Hampir seluruh fakultas dan staf Institut Konfusius di Universitas Zimbabwe terdiri dari akademisi lokal yang mengajar bahasa Mandarin dan telah menerima sejumlah dukungan finansial untuk studi mereka di China," kata Gukurume.
Aktivitas budaya China dan penambangan litium serta kobaltnya di Afrika pada akhirnya merupakan dua sisi mata uang yang sama, ujarnya.
Faktanya, Institut Konfusius telah berulang kali dikritik karena tidak berusaha menyembunyikan aspirasinya untuk membantu pemerintah China memperkuat pengaruh ekonomi dan politiknya di seluruh Afrika:
2. Membangun Jembatan Beda Budaya
Ada beberapa syarat untuk belajar bahasa Mandarin di berbagai Institut Konfusius yang tak terhitung jumlahnya, yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan China.Meskipun Beijing memberikan beasiswa yang besar kepada mahasiswa di Afrika, hampir tidak ada peluang kerja yang menanti mereka di China, kata Gukurume.
Penutur asli umumnya dipekerjakan untuk menjembatani kesenjangan antara bahasa Mandarin dan bahasa mitra dagang utama.
Perusahaan dan badan usaha milik pemerintah China dikenal di seluruh benua karena mempekerjakan pekerja China terutama untuk sebagian besar proyek infrastruktur yang menjadi investasi negara tersebut — seperti pembangunan pelabuhan, jalan raya, dan bandara.
Setelah lulus, kata Gukurume, banyak mantan mahasiswa akhirnya menjadi guru bahasa Mandarin:
"Hampir seluruh fakultas dan staf Institut Konfusius di Universitas Zimbabwe terdiri dari akademisi lokal yang mengajar bahasa Mandarin dan telah menerima sejumlah dukungan finansial untuk studi mereka di China," kata Gukurume.
3. Menguasai Sumber Daya Alam Afrika
Gukurume mengatakan ada sisi yang lebih jahat dari perbedaan kekuatan ini. "China mendapatkan keuntungan yang signifikan dari hal ini, karena sebagian besar lembaga dan kegiatan pertukaran budaya lainnya didasarkan pada perjanjian bilateral antar pemerintah, dan terkadang memberikan akses tak terbatas bagi China ke sumber daya Afrika," ujarnya.Aktivitas budaya China dan penambangan litium serta kobaltnya di Afrika pada akhirnya merupakan dua sisi mata uang yang sama, ujarnya.
Faktanya, Institut Konfusius telah berulang kali dikritik karena tidak berusaha menyembunyikan aspirasinya untuk membantu pemerintah China memperkuat pengaruh ekonomi dan politiknya di seluruh Afrika:
Lihat Juga :