5 Alasan Uni Eropa Membangun Tembok Drone, Salah Satu Tangkis Serangan Rusia
Sabtu, 27 September 2025 - 17:35 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak ada satu pun kapasitas yang akan menyelesaikan masalah ini," kata Lund Poulsen.
Pertemuan perdana hari Jumat berfokus pada identifikasi kesenjangan material dan finansial untuk menentukan aset apa yang sudah tersedia untuk tembok dan elemen mana yang masih kurang.
Kubilius menyebutkan radar, sensor akustik, pengacau sinyal, pencegat, dan artileri tradisional sebagai beberapa kemampuan kunci yang dibutuhkan untuk mewujudkannya.
"Kita perlu memahami sistem seperti apa yang perlu kita kembangkan agar paling efektif," katanya. "Kita perlu menyadari bahwa saat ini efektivitas kita dalam melawan drone belum pada tingkat yang kita butuhkan."
Pertanyaan krusial lainnya untuk tembok drone adalah kompatibilitasnya dengan NATO.
Selama bertahun-tahun, upaya Uni Eropa untuk membentuk Uni Pertahanan Eropa yang lengkap telah terhambat oleh aliansi Atlantik, yang mengklaim kompetensi eksklusif dalam urusan militer. Namun, perang agresi Rusia telah menyeimbangkan kembali keadaan. Uni Eropa telah semakin mendalami kebijakan pertahanan, mengajukan program terbesarnya hingga saat ini, Kesiapan 2030, dengan paket pinjaman berbunga rendah senilai €150 miliar.
Pertemuan perdana hari Jumat berfokus pada identifikasi kesenjangan material dan finansial untuk menentukan aset apa yang sudah tersedia untuk tembok dan elemen mana yang masih kurang.
Kubilius menyebutkan radar, sensor akustik, pengacau sinyal, pencegat, dan artileri tradisional sebagai beberapa kemampuan kunci yang dibutuhkan untuk mewujudkannya.
"Kita perlu memahami sistem seperti apa yang perlu kita kembangkan agar paling efektif," katanya. "Kita perlu menyadari bahwa saat ini efektivitas kita dalam melawan drone belum pada tingkat yang kita butuhkan."
Pertanyaan krusial lainnya untuk tembok drone adalah kompatibilitasnya dengan NATO.
Selama bertahun-tahun, upaya Uni Eropa untuk membentuk Uni Pertahanan Eropa yang lengkap telah terhambat oleh aliansi Atlantik, yang mengklaim kompetensi eksklusif dalam urusan militer. Namun, perang agresi Rusia telah menyeimbangkan kembali keadaan. Uni Eropa telah semakin mendalami kebijakan pertahanan, mengajukan program terbesarnya hingga saat ini, Kesiapan 2030, dengan paket pinjaman berbunga rendah senilai €150 miliar.
(ahm)
Lihat Juga :