3 Alasan Portuigal Akui Palestina sebagai Sebuah Negara

Senin, 22 September 2025 - 20:17 WIB
loading...
3 Alasan Portuigal Akui...
Spanyol akan mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Foto/X/@GlobeEyeNews
A A A
BARCELONA - Portugal telah resmi mengakui negara Palestina, Menteri Luar Negeri Portugal, Paulo Rangel, mengumumkan di New York pada hari Minggu. Portugal, Inggris, Australia, dan Kanada pada hari Minggu bergabung dengan lebih dari 150 negara yang kini mengakui negara Palestina. Pengumuman ini disampaikan menjelang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

3 Alasan Portuigal Akui Palestina sebagai Sebuah Negara

1. Mewujudkan Perdamaian yang Adil dan Abadi

Rangel menyatakan solusi dua negara adalah "satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan abadi", lapor media lokal.

Pemerintah di Lisbon juga telah menegaskan kembali "hak Israel untuk eksis" dan "kebutuhan keamanan efektifnya", serta "mengutuk sekali lagi serangan teroris keji pada 7 Oktober" yang dilakukan oleh militan yang dipimpin Hamas.

Langkah ini diambil beberapa jam setelah Inggris, Kanada, dan Australia -- yang semuanya merupakan negara Persemakmuran -- melakukan hal serupa menjelang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang dijadwalkan dibuka pada hari Selasa.

Baca Juga: Bendera One Piece Jadi Simbol Perlawanan di Berbagai Negara

2. Mengutuk Kelaparan di Gaza

Rangel juga mengatakan bahwa mengakui negara Palestina "tidak menghapus bencana kemanusiaan di Gaza," dan ia juga mengutuk situasi kelaparan di sana, penghancuran, dan "ekspansi permukiman Israel di Tepi Barat."

3. Mewujudkan Gerakan Kolektif

Negara-negara lain diperkirakan akan bergabung dalam daftar negara yang mengakui negara Palestina pada KTT PBB minggu ini, termasuk Prancis. Prancis dan Inggris adalah dua dari lima anggota tetap Dewan Keamanan.

Otoritas Israel mengecam pengakuan tersebut, dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berulang kali menyatakan bahwa langkah tersebut akan semakin mengganggu stabilitas kawasan dan membuat Hamas semakin berani.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengumumkan bahwa ia akan membahas pencaplokan Tepi Barat pada rapat kabinet berikutnya sebagai tanggapan atas pengakuan tersebut.

“Pengakuan oleh Inggris, Kanada, dan Australia atas negara ‘Palestina’, sebagai hadiah bagi para teroris pembunuh, membutuhkan tindakan balasan segera,” kata Ben-Gvir.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved