Ini 4 Alasan Australia Mengakui Negara Palestina

Senin, 22 September 2025 - 16:18 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Pengakuan Negara Palestina Menguat, Inggris Ancam Israel agar Tidak Balas Dendam

2. Menyerukan Diakhiri Pertumpahan Darah di Gaza

Ia menyerukan diakhirinya pertumpahan darah yang terjadi saat ini, dengan mengatakan: "Siklus kekerasan harus diakhiri. Hamas tidak dapat memainkan peran apa pun dalam negara Palestina di masa depan. Namun Australia juga sangat jelas bahwa kami ingin melihat berakhirnya hilangnya nyawa yang tidak bersalah, baik warga Israel maupun Palestina."

Perdana Menteri juga menyerukan gencatan senjata segera, pembebasan para sandera, dan dimulainya kembali bantuan kemanusiaan ke Gaza untuk mengatasi "bencana kemanusiaan yang sedang terjadi di sana."

3. Mendorong Perdamaian Abadi

Ia menekankan bahwa perdamaian abadi membutuhkan "langkah-langkah menuju solusi jangka panjang" agar "warga Israel dan Palestina (dapat) hidup berdampingan secara damai dan aman di masa mendatang."

Sebelumnya, Albanese mengumumkan bahwa "mulai hari ini, Minggu, 21 September 2025, Persemakmuran Australia secara resmi mengakui Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat" dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di platform perusahaan media sosial AS, X.

4. Mewujudkan Solusi 2 Negara

Ia mengatakan langkah tersebut "mengakui aspirasi sah dan lama rakyat Palestina untuk sebuah negara mereka sendiri" dan sejalan dengan keputusan serupa oleh Kanada dan Inggris sebagai bagian dari "upaya internasional terkoordinasi untuk membangun momentum baru bagi solusi dua negara."

Pada hari yang sama, Netanyahu mengkritik pengakuan yang diumumkan oleh Australia, Inggris, dan negara-negara lain, menyebutnya sebagai "hadiah yang absurd bagi terorisme."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Berita Terkini
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved