Pesawat Tempur AS Serang Kapal Pembawa 1.000 Kg Kokain di Perairan Republik Dominika, 3 Tewas
Senin, 22 September 2025 - 10:36 WIB
loading...
Beberapa pesawat tempur AS menyerang kapal pembawa 1.000 kg kokain di lepas pantai Republik Dominika, tiga orang dilaporkan tewas. Foto/BNO News
A
A
A
SANTO DOMINGO - Sejumlah pesawat tempur Amerika Serikat (AS) telah menyerang sebuah kapal pembawa 1.000 kilogram kokain di lepas pantai Republik Dominika. Seranganitu dilaporkan menewaskan tiga orang.
Badan penegakan hukum narkoba dan seorang pejabat AS pada hari Minggu mengumumkan serangan tersebut dan mengonfirmasi perluasan aktivitas militer Amerika di Karibia.
Pihak berwenang di Republik Dominika mengatakan bahwa mereka telah menyita sebagian kokain yang diangkut oleh sebuah kapal cepat yang dihancurkan oleh Angkatan Laut AS, dalam apa yang disebut negara Karibia tersebut sebagai operasi pertama dari jenisnya.
Baca Juga: AS Serang Kapal Kedua Venezuela, 3 Orang Tewas
Dalam konferensi pers, Direktorat Nasional Pengendalian Narkoba Republik Dominika (DNCD) mengatakan telah menemukan 377 paket kokain dari kapal yang diduga membawa 1.000 kilogram, atau lebih dari 2.200 pon, narkoba tersebut.
"Narkoba tersebut ditemukan setelah serangan udara militer oleh Amerika Serikat terhadap sebuah kapal cepat yang mengangkut teroris narkotika," kata DNCD dalam sebuah pernyataan, yang dikutip CBS News, Senin (22/9/2025).
Para pejabat mengatakan kapal itu dihancurkan sekitar 80 mil laut di selatan Isla Beata, sebuah pulau kecil milik Republik Dominika. Mereka mengatakan Angkatan Laut Republik Dominika bekerja sama dengan otoritas AS untuk menemukan speedboat yang diduga mencoba berlabuh di Republik Dominika dan menggunakan negara tersebut sebagai "jembatan" untuk mengangkut kokain ke Amerika Serikat.
Para pejabat merilis video operasi tersebut, yang memperlihatkan petugas membongkar dan memeriksa tumpukan narkoba yang diduga, beberapa di antaranya bertuliskan "MEN" pada kemasannya.
"Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Amerika Serikat dan Republik Dominika melakukan operasi gabungan melawan terorisme narkotika di Karibia," kata DNCD dalam sebuah pernyataan.
Pada bulan Agustus, AS mengirimkan delapan kapal perang dan satu kapal selam ke Karibia selatan, dalam misi yang disebut oleh pemerintahan Presiden Donald Trump sebagai upaya memerangi perdagangan narkoba.
Gedung Putih menyatakan bahwa armada Angkatan Laut tersebut telah menghancurkan setidaknya tiga kapal pengangkut narkoba sejauh ini. Serangan terpisah tersebut telah menewaskan lebih dari selusin orang di atas kapal-kapal tersebut.
Pihak berwenang AS tidak menyatakan apakah ada korban tewas dalam serangan di lepas pantai Republik Dominika. Namun, laporan AFP menyebutkan tiga orang tewas.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) menyatakan bahwa serangan terhadap kapal-kapal tersebut merupakan pembunuhan di luar hukum, dan pada hari Jumat, dua senator dari Partai Demokrat mengajukan sebuah resolusi di Kongres yang berupaya mencegah pemerintah Trump melakukan serangan lebih lanjut.
Pemerintahan Trump menyatakan bahwa dua kapal yang ditenggelamkan tersebut berangkat dari Venezuela, yang presidennya, Nicolas Maduro, sering digambarkan oleh pejabat Gedung Putih sebagai pengedar narkoba dan pemimpin geng yang dikenal sebagai Cartel of the Suns (Kartel Matahari).
Maduro membantah tuduhan tersebut dan menyebut pengerahan Angkatan Laut AS di Karibia sebagai serangan terhadap negaranya. Maduro menyebut kapal-kapal perang Amerika sebagai "ancaman yang benar-benar kriminal dan berdarah."
Pada dua kesempatan awal bulan ini, jet-jet tempur Venezuela terbang di dekat sebuah kapal Angkatan Laut AS, dalam apa yang digambarkan oleh beberapa pejabat Departemen Pertahanan Amerika kepada CBS News sebagai "game of chicken".
Venezuela juga menuduh AS menyita sebuah kapal penangkap ikan di zona ekonomi eksklusifnya dan menahan sembilan nelayan selama beberapa jam.
Angkatan Laut AS telah mengirimkan beberapa kapal perang ke perairan lepas pantai Venezuela dalam beberapa pekan terakhir, dan 10 jet tempur siluman F-35 dikerahkan ke Puerto Riko bulan ini untuk operasi anti-kartel narkoba.
Badan penegakan hukum narkoba dan seorang pejabat AS pada hari Minggu mengumumkan serangan tersebut dan mengonfirmasi perluasan aktivitas militer Amerika di Karibia.
Pihak berwenang di Republik Dominika mengatakan bahwa mereka telah menyita sebagian kokain yang diangkut oleh sebuah kapal cepat yang dihancurkan oleh Angkatan Laut AS, dalam apa yang disebut negara Karibia tersebut sebagai operasi pertama dari jenisnya.
Baca Juga: AS Serang Kapal Kedua Venezuela, 3 Orang Tewas
Dalam konferensi pers, Direktorat Nasional Pengendalian Narkoba Republik Dominika (DNCD) mengatakan telah menemukan 377 paket kokain dari kapal yang diduga membawa 1.000 kilogram, atau lebih dari 2.200 pon, narkoba tersebut.
"Narkoba tersebut ditemukan setelah serangan udara militer oleh Amerika Serikat terhadap sebuah kapal cepat yang mengangkut teroris narkotika," kata DNCD dalam sebuah pernyataan, yang dikutip CBS News, Senin (22/9/2025).
Para pejabat mengatakan kapal itu dihancurkan sekitar 80 mil laut di selatan Isla Beata, sebuah pulau kecil milik Republik Dominika. Mereka mengatakan Angkatan Laut Republik Dominika bekerja sama dengan otoritas AS untuk menemukan speedboat yang diduga mencoba berlabuh di Republik Dominika dan menggunakan negara tersebut sebagai "jembatan" untuk mengangkut kokain ke Amerika Serikat.
Para pejabat merilis video operasi tersebut, yang memperlihatkan petugas membongkar dan memeriksa tumpukan narkoba yang diduga, beberapa di antaranya bertuliskan "MEN" pada kemasannya.
"Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Amerika Serikat dan Republik Dominika melakukan operasi gabungan melawan terorisme narkotika di Karibia," kata DNCD dalam sebuah pernyataan.
Pada bulan Agustus, AS mengirimkan delapan kapal perang dan satu kapal selam ke Karibia selatan, dalam misi yang disebut oleh pemerintahan Presiden Donald Trump sebagai upaya memerangi perdagangan narkoba.
Gedung Putih menyatakan bahwa armada Angkatan Laut tersebut telah menghancurkan setidaknya tiga kapal pengangkut narkoba sejauh ini. Serangan terpisah tersebut telah menewaskan lebih dari selusin orang di atas kapal-kapal tersebut.
Pihak berwenang AS tidak menyatakan apakah ada korban tewas dalam serangan di lepas pantai Republik Dominika. Namun, laporan AFP menyebutkan tiga orang tewas.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) menyatakan bahwa serangan terhadap kapal-kapal tersebut merupakan pembunuhan di luar hukum, dan pada hari Jumat, dua senator dari Partai Demokrat mengajukan sebuah resolusi di Kongres yang berupaya mencegah pemerintah Trump melakukan serangan lebih lanjut.
Pemerintahan Trump menyatakan bahwa dua kapal yang ditenggelamkan tersebut berangkat dari Venezuela, yang presidennya, Nicolas Maduro, sering digambarkan oleh pejabat Gedung Putih sebagai pengedar narkoba dan pemimpin geng yang dikenal sebagai Cartel of the Suns (Kartel Matahari).
Maduro membantah tuduhan tersebut dan menyebut pengerahan Angkatan Laut AS di Karibia sebagai serangan terhadap negaranya. Maduro menyebut kapal-kapal perang Amerika sebagai "ancaman yang benar-benar kriminal dan berdarah."
Pada dua kesempatan awal bulan ini, jet-jet tempur Venezuela terbang di dekat sebuah kapal Angkatan Laut AS, dalam apa yang digambarkan oleh beberapa pejabat Departemen Pertahanan Amerika kepada CBS News sebagai "game of chicken".
Venezuela juga menuduh AS menyita sebuah kapal penangkap ikan di zona ekonomi eksklusifnya dan menahan sembilan nelayan selama beberapa jam.
Angkatan Laut AS telah mengirimkan beberapa kapal perang ke perairan lepas pantai Venezuela dalam beberapa pekan terakhir, dan 10 jet tempur siluman F-35 dikerahkan ke Puerto Riko bulan ini untuk operasi anti-kartel narkoba.
(mas)
Lihat Juga :