Ini 7 Alasan Pidato Presiden di Sidang Umum PBB Sangat Penting

Senin, 22 September 2025 - 06:05 WIB
loading...
Ini 7 Alasan Pidato...
Pidato presiden di sidang umum PBB sangat penting bagi citra negara tersebut di dunia. Foto/X/@TigayBarry
A A A
JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato dalam sesi debat umum pada Sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Itu dilakukan setelah Indonesia absen selama 10 tahun dalam agenda penting dunia tersebut.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum internasional tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi aktif dalam upaya menjaga perdamaian, memperkuat kerja sama global, serta memperjuangkan kepentingan nasional di tingkat dunia.

Umumnya, para pemimpin berpidato di Majelis Umum PBB untuk membahas dan mencapai konsensus mengenai isu-isu global, mengadvokasi kebijakan nasional, mempromosikan nilai-nilai negara mereka, mengatasi krisis internasional, dan mengomunikasikan posisi mereka secara langsung kepada khalayak di seluruh dunia dalam satu-satunya forum yang mempertemukan hampir semua negara anggota.

Ini 7 Alasan Pidato Presiden di Sidang Umum PBB Sangat Penting

1. Forum Global yang Unik

Sidang Umum PBB merupakan satu-satunya badan PBB di mana 193 negara anggota memiliki suara, menawarkan platform tunggal untuk representasi universal dan diskusi multilateral mengenai tantangan dunia yang paling mendesak, mulai dari perdamaian dan keamanan hingga perubahan iklim dan kemiskinan.

Melansir Reuters, Perserikatan Bangsa-Bangsa dibentuk pada tahun 1945 dengan 51 anggota awal dan sejak itu berkembang menjadi 193 anggota. Para pemimpin dari dua negara pengamat non-anggota—yang dikenal di PBB sebagai Takhta Suci dan Negara Palestina—dan seorang anggota pengamat, Uni Eropa, juga dapat berbicara.

Merupakan tradisi bagi Brasil untuk selalu menjadi negara anggota pertama yang berbicara. Hal ini karena pada tahun-tahun awal badan dunia tersebut, Brasil maju untuk berbicara lebih dulu ketika negara-negara lain enggan melakukannya. Sebagai tuan rumah markas besar PBB di New York, Amerika Serikat adalah negara kedua yang berpidato di Majelis Umum.

Kapan Prabowo akan berpidato?

Dalam keterangan tertulis Kementerian Sekretaris Negara, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato pada urutan ketiga dalam sesi Debat Umum PBB, Selasa, 23 September mendatang.

“Sesuai jadwal yang diterima, Presiden Prabowo akan menyampaikan pidato pada urutan ketiga pada sesi Debat Umum PBB pada 23 September 2025, setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat,” ungkap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Dari sana, daftar tersebut kemudian didasarkan pada hierarki dan umumnya berdasarkan siapa yang datang pertama, dilayani pertama. Kepala negara berbicara terlebih dahulu, diikuti oleh wakil kepala negara dan putra mahkota, kepala pemerintahan, menteri, dan kepala delegasi yang berpangkat lebih rendah.

BacaJuga: Setelah Sukses di Nepal, Gen Z Gelorakan Revolusi One Piece di Filipina

2. Advokasi dan Komunikasi Kebijakan:

Para pemimpin menggunakan pidato mereka untuk mengartikulasikan prioritas negara mereka, menjelaskan kebijakan nasional, dan menyampaikan visi mereka untuk urusan global kepada khalayak global.

Topik lain yang kemungkinan akan dibahas para pemimpin dunia antara lain

GAZA. Para pemimpin berkumpul di tengah perang antara Israel dan militan Hamas di Jalur Gaza yang mendekati dua tahun dan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di wilayah Palestina tersebut. Sebuah lembaga pemantau kelaparan global telah memperingatkan bahwa kelaparan telah melanda dan kemungkinan akan meluas pada akhir bulan ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu—yang dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza, yang dibantah Israel—dijadwalkan berpidato di hadapan Majelis Umum pada hari Jumat minggu depan. Israel melancarkan serangan darat ke Kota Gaza pada hari Selasa.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas tidak akan hadir secara langsung—AS, sekutu setia Israel, telah menyatakan tidak akan memberinya visa. Ia akan hadir melalui video.

UKRAINA. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy akan berupaya menggalang dukungan global untuk Kyiv sementara Presiden AS Donald Trump berupaya menengahi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun setelah Rusia menginvasi negara tetangganya. Ia dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan majelis pada hari Rabu sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov akan berpidato pada hari Sabtu.

3. Membangun Konsensus Internasional

Forum ini digunakan untuk mendorong kerja sama, membangun konsensus mengenai isu-isu global yang kritis, dan menegaskan kembali komitmen terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB, seperti multilateralisme dan hak asasi manusia.

Sidang Majelis Umum tahun ini menjadi momentum penting bagi Indonesia. Selain kembali tampil di level tertinggi forum PBB, Indonesia juga akan menegaskan perannya sebagai pemimpin Global South yang konsisten menyuarakan agenda reformasi tata kelola dunia.

"Sidang Majelis Umum tahun ini menjadi momentum penting bagi Indonesia, tidak hanya untuk kembali tampil di level tertinggi pada forum PBB, namun juga untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin Global South yang konsisten menyuarakan agenda reformasi tata kelola dunia agar lebih adil dan inklusif,” ucap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Forum PBB ini akan menjadi panggung bagi Indonesia untuk menyuarakan kepentingan negara berkembang dan memperkuat posisi diplomasi Indonesia di kancah global

4. Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Internasional

Pidato memberikan kesempatan untuk memengaruhi pengambilan keputusan internasional berskala besar dan berkontribusi pada pengembangan norma-norma global.

5. Menangani Krisis dan Tantangan

Majelis Umum merupakan wadah penting bagi para pemimpin untuk menghadapi tantangan-tantangan mendesak, seperti perang, keresahan ekonomi, dan dampak perubahan iklim, serta untuk menguraikan solusi jangka panjang yang potensial.

6. Mempromosikan Kepentingan dan Nilai-Nilai Nasional

Para pemimpin menyeimbangkan kepentingan nasional negara mereka dengan isu-isu global, menunjukkan negara mereka sebagai anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab dan terlibat.

7. Menggalang Dukungan untuk Inisiatif

Para pemimpin dapat menggunakan platform ini untuk menggalang dukungan bagi inisiatif-inisiatif spesifik negara mereka, seperti yang berfokus pada perdamaian, hak asasi manusia, atau pembangunan berkelanjutan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Ini Alasan Jepang Naikkan...
Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat
Rekomendasi
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Berita Terkini
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved