Wabah Amuba Pemakan Otak Tewaskan 19 Orang di India

Sabtu, 20 September 2025 - 06:36 WIB
loading...
Wabah Amuba Pemakan...
Amuba pemakan otak tewaskan 19 orang di India. Foto/india today
A A A
NEW DELHI - Negara bagian Kerala di India selatan sedang berjuang melawan krisis kesehatan yang semakin parah menyusul wabah "amuba pemakan otak" langka yang telah menewaskan 19 orang dan menginfeksi puluhan lainnya. Kabar itu dikonfirmasi para pejabat pada hari Kamis (18/9/2025).

Penyakit ini, yang dikenal sebagai Meningoensefalitis Amuba Primer (PAM), disebabkan oleh naegleria fowleri, amuba mikroskopis yang ditemukan di air tawar hangat dan tanah.

Setelah masuk ke dalam tubuh melalui hidung, organisme ini menyerang jaringan otak, memicu pembengkakan dan peradangan cepat yang dapat berakibat fatal dalam beberapa hari.

Para pasien di Kerala berusia antara tiga bulan hingga 91 tahun, sehingga mempersulit upaya untuk melacak sumber paparan umum atau membendung penyebarannya.

Menteri Kesehatan Veena George menggambarkan situasi ini sebagai "masalah kesehatan masyarakat yang serius."

“Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya ketika wabah terkonsentrasi dalam klaster yang terkait dengan satu sumber air, kami tidak melihat klaster yang terkait dengan satu sumber air," ujar George kepada NDTV News.

Dia menjelaskan, “Ini adalah kasus-kasus tunggal dan terisolasi, yang telah mempersulit investigasi epidemiologi kami.”

Ia juga menekankan pentingnya respons medis yang cepat. “Deteksi dini adalah kuncinya,” ujarnya, seraya mencatat tingkat kelangsungan hidup Kerala sebesar 24% jauh lebih tinggi daripada rata-rata global yang kurang dari 3%.

Keberhasilan relatif ini, tambahnya, berkat diagnosis yang tepat waktu dan penggunaan obat antiparasit miltefosin.

Seorang dokter pemerintah mengatakan kepada AFP bahwa jumlah kasus masih kecil, tetapi “tes sedang dilakukan dalam skala besar di seluruh negara bagian untuk mendeteksi dan mengobati kasus.”

Para pejabat telah meningkatkan langkah-langkah sanitasi air dan mendesak masyarakat menghindari sumber air tawar yang tidak mengandung klorin atau stagnan.

Menurut dokumen pemerintah Kerala yang dikutip News18, PAM terutama menyerang sistem saraf pusat dan secara tidak proporsional memengaruhi anak-anak, remaja, dan dewasa muda yang sehat.

Para ahli menekankan infeksi tidak terjadi karena minum air yang terkontaminasi, tetapi ketika masuk ke saluran hidung – biasanya saat berenang, mandi, atau menyelam di air yang tidak aman.

Baca juga: Blok Teluk Setujui Langkah Pertahanan Baru setelah Serangan Israel ke Qatar
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved